Tantangan dan Peluang Rachel/Febi di Tour Eropa
Rachel Allesya Rose-Febi Setianingrum/[Foto:PBSI]
Berita Badminton : Pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allesya Rose / Febi Setianingrum tengah menanjak permainannya dalam beberapa turnamen terakhir dan berharap bisa melanjutkan momentum di Tour Eropa yang dimulai pada awal bulan depan.
Tercacat pasangan yang membawa Merah Putih meraih medali perunggu di Kejuaraan Beregu Asia beberapa waktu lalu itu akan tampil di tiga turnamen beruntun di mulai dari ajang bergengsi All England Open World Tour Super 1000, Swiss Open World Tour Super 300 dan Orleans Masters World Tour Super 300.
Bermain di All England pertama kali tentu merupakan sebuah kesempatan bagi pasangan peringkat 28 dunia itu untuk mengukur kemampuan sejauh mana dapat bersaing dengan para pemain elit dunia.
"Pada umumnya persiapan kami sama, tetapi memang banyak hal yang mesti di-push," tanggap Febi terkait persiapan mereka jelang tiga turnamen di Eropa tersebut, saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, pada pertengahan pekan lalu.
"Main di All England itu, kan, lawan-lawannya susah. Untuk menghadapi hari esoknya lagi, kita harus tambah lagi dan tambah lagi," tuturnya.
"Itu target kami di 2026 juga, mengalahkan pasangan-pasangan top seed dari banyak negara," Rachel menambahkan.
Dua pemain senior ganda putri Pelatnas Cipayung, Apriyani Rahayu dan juga Lanny Tria Mayasari akan mencoba peruntungan di sektor ganda campuran bersama para pemain pratama dengan debut mereka di turnamen Ruichang China Masters World Tour Super 100 pada bulan Maret mendatang.
Apriyani Rahayu berpasangan dengan Taufik Aderya, sedangkan Lanny Tria akan berpartner dengan Daniel Edgar Marvino yang diharapkan bisa menjadi solusi di sektor ganda campuran.
Kepala Bidang Pengembangan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian mengatakan bahwa program adalah untuk mencari potensi dari para pemain dan juga merupakan transfer pengalaman kepada pemain muda.
"(Ini) adalah program untuk penjajakan potensi ke depan. Dengan bermain rangkap, kami bisa melihat potensi lain yang mungkin keluar dari atlet-atlet tersebut," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI pada Sabtu (14/2) siang.
"Selain itu, Daniel dan Taufik bisa menimba ilmu dan pengalaman dari Apri dan Lanny yang sudah lebih senior. Pengembangan kemampuan bermain di dua sektor juga akan membawa dampak positif bagi mereka," tambah pria yang biasa disapa Didi ini.
Artikel Tag: Badminton Indonesia, Febi Setianingrum, Rachel Allesya Rose, All England 2026