Kanal

Jwala Gutta Kecam Sistem Bulu Tangkis di India

Penulis: Yusuf Efendi
14 Jul 2026, 22:30 WIB

Jwala Gutta/[Foto:Times of India]

Mantan bintang ganda India, Jwala Gutta, melancarkan kritik tajam terhadap sistem bulu tangkis India, menuduh adanya monopoli, favoritisme, dan kurangnya visi jangka panjang dalam pengembangan pemain, sekaligus mempertanyakan kurangnya pengakuan atas kontribusinya terhadap olahraga tersebut.

Berbicara secara eksklusif kepada IANS, Jwala Gutta mengatakan bahwa masalah dalam bulu tangkis India jauh lebih dalam daripada keputusan individu. Mantan peraih medali emas Commonwealth Games ini mengungkapkan bahwa ia telah berulang kali mendekati pihak berwenang dengan proposal untuk berkontribusi di tingkat akar rumput melalui akademinya, tetapi mengklaim bahwa proposalnya sebagian besar diabaikan.

"Seluruh sistem ini bermasalah. Sistem ini sepenuhnya dimonopoli. Hanya satu orang yang memutuskan segalanya. Saya sudah mengatakan selama empat tahun bahwa saya juga memiliki akademi. Jangan berikan saya kamp U-19 atau senior - berikan saya pemain U-13 atau U-15. Libatkan saya juga. Anak-anak akan bermain bagus, lalu mereka akan mewakili India," kata Gutta.

Menurutnya, para pemain yang berlatih di akademinya sering kali dicap secara tidak adil karena citranya yang blak-blakan.
"Siapa pun yang berlatih di Jwala Gutta Academy akan menjadi 'pemberontak'. Itulah reputasi yang mereka buat tentang saya," ujarnya.

Juara nasional 14 kali itu juga menyoroti peran yang dimainkannya dalam meningkatkan visibilitas bulu tangkis ganda di India, dengan berpendapat bahwa banyak peluang yang tersedia bagi pemain saat ini berasal dari fondasi yang diletakkan selama kariernya.

"Pada tahun 2006, jika saya tidak memenangkan medali di Commonwealth Games, pemain bulu tangkis tidak akan masuk dalam daftar prioritas. Perjalanan-perjalanan yang dinikmati para pemain junior saat ini adalah berkat jalan yang saya tempuh sebagai pemain ganda," katanya.

Meskipun India mengalami peningkatan dalam bulu tangkis ganda dalam beberapa tahun terakhir, Jwala Gutta percaya bahwa cabang olahraga ini masih belum mendapatkan perhatian yang layak.

"Tidak ada yang tertarik karena mereka hanya bermain saja. Mereka tidak membicarakan bagaimana cara memperbaiki sistem," katanya saat membahas kondisi ganda putri saat ini di negara tersebut.

Jwala Gutta juga menceritakan tantangan finansial dalam menjalankan akademi bulu tangkis kelas dunia tanpa dukungan institusional.

"Akademi saya di Hyderabad adalah salah satu akademi terbesar di negara ini. Saya memiliki 14 lapangan yang tersebar di area seluas 50.000 kaki persegi, yang saya bangun sendiri. Namun, saya masih belum mendapatkan dukungan," katanya.

Ketika ditanya apakah dia telah menghubungi Kementerian Olahraga untuk meminta bantuan, Gutta mengakui bahwa dia awalnya telah mencoba, tetapi percaya bahwa citranya di dalam lembaga tersebut justru merugikannya.

"Awalnya memang begitu, tapi sikap mereka tidak begitu baik. Saya terkenal buruk," katanya.

Mantan bintang India itu selanjutnya berpendapat bahwa olahraga India sering kali lebih menghargai manajemen citra dan diplomasi daripada kejujuran dan keterusterangan, terutama dalam kasus atlet wanita.

"Tugas saya hanyalah bermain bulu tangkis. Itulah kejujuran saya. Itulah mengapa orang-orang berbicara kepada saya, karena saya jujur. Saya tidak akan bersembunyi dan melakukan hal-hal yang tidak benar, dan saya tidak akan membodohi siapa pun. Jika saya mengatakan saya jujur, itu akan menjadi kontroversial. Ada perbedaan antara pria dan wanita. Jika saya mengatakannya, itu akan menjadi kontroversial, dan orang-orang tidak menyukainya," ujar Gutta.

Artikel Tag: Bulu tangkis, bai, Jwala Gutta, Pullela Gopichand

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru