Kanal

Gagal Tahun Ini, Presiden BAM Yakin Bisa Menangi Piala Thomas 2030

Penulis: Yusuf Efendi
18 Mei 2026, 21:45 WIB

Zafrul Abdul Aziz/[Foto:NST]

Bukan bagaimana Anda memulai, tetapi bagaimana Anda mengakhiri. Kemungkinan besar itulah pola pikir yang mendorong presiden Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz saat ia tetap berkomitmen pada rencana Tangkis 2030 meski Malaysia gagal memenangkan Piala Thomas tahun ini.

Perjalanan Malaysia di Horsens, Denmark, berakhir di perempat final setelah kalah 3-0 dari juara bertahan China – gagal mencapai target mereka untuk membawa pulang Piala yang terakhir kali dimenangkan pada tahun 1992.

Bagi Zafrul, kegagalan mengakhiri penantian 34 tahun negara itu untuk meraih gelar juara bukan berarti rencana Tangkis 2030 telah gagal, terutama dengan dua edisi Piala Thomas lagi yang tersisa sebelum tahun 2030.

“Pertama, kita harus ingat bahwa kita kalah dari juara Piala Thomas, China. Tapi yang terpenting adalah tahun 2030."

“Kita masih memiliki Piala Thomas 2028 dan 2030 di depan kita. Rencananya adalah untuk jangka panjang, bukan hanya masa depan terdekat, tetapi untuk tahun 2030.”

“Jadi, kita masih punya dua Piala Thomas lagi, Insya-Allah. Semoga saat itu pemain ganda dan tunggal kita bisa tampil lebih baik,” kata Zafrul.
Dalam rencana Tangkis 2030 yang diumumkan setelah ia menjabat sebagai presiden BAM pada Agustus tahun lalu, badan pengatur tersebut menguraikan lima target utama, termasuk memenangkan Piala Thomas pada tahun 2030, meraih medali emas di Olimpiade Los Angeles 2028, menghasilkan pemain peringkat 1 dunia di tiga dari lima cabang olahraga, serta menciptakan jalur juara yang berkelanjutan dan membangun Malaysia yang lebih sehat.

Pada saat yang sama, Zafrul mengakui bahwa ia kecewa dengan penampilan para pemain tunggal putra nasional yang dipimpin oleh Leong Jun Hao setelah penampilan mengecewakan mereka di Piala Thomas.

Namun, ia tidak ingin mengambil keputusan terburu-buru dan akan menyerahkan kepada tim pelatih untuk menentukan masa depan Jun Hao, dengan masalah tersebut akan dibahas selama rapat dewan BAM bulan depan.

“Saya menyerahkan hal itu kepada para pelatih kami. Tetapi bagi saya, saya memiliki kepercayaan penuh pada tim pelatih kami, terutama dengan Datuk Seri Lee Chong Wei yang memimpinnya.”

“Mereka sudah menyampaikan beberapa saran yang akan kita bahas dalam pertemuan kita di bulan Juni,” tambahnya.

Artikel Tag: lee chong wei, Piala Thomas, bam, Olimpiade Los Angeles 2028, Zafrul Abdul Aziz

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru