All England 2026: Rian/Rahmat Akui Kurang Sabar Lawan China
Muhammad Rian Ardianto-Rahmat Hidayat/[Foto:PBSI]
Birmingham - Lagi-lagi wakil Merah Putih bertumbangan di babak perempat final ajang bergengsi All England Open World Tour Super 1000 saat pasangan Muhammad Rian Ardianto / Rahmat Hidayat gagal membendung ketangguhan wakil asal China, Chen Bo Yang / Liu Yi.
Rian / Rahmat yang sebelumnya menundukkan mantan pasangan nomor 1 dunia, Goh Sze Fei Nur Izzuddin Rumsani di babak 16 besar, kali ini tak mampu berbuat banyak kala menghadapi Chen Bo Yang / Liu Yi lewat pertandingan dua game langsung yang cukup mudah dengan skor 16-21 dan 10-21, dalam pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham City Inggris pada Jumat (6/3) malam waktu setempat.
"Permainan mereka hari ini sangat baik terutama dari sisi pertahanannya sangat rapat dan tidak mudah ditembus. Ini membuat kami kehilangan cara untuk mematikan bola," tanggap Rian kepada tim Humas dan Media PP PBSI, setelah pertandingan berdurasi 40 menit tersebut.
"Saya rasa, mereka juga bertambah percaya dirinya ketika beberapa kali bola tanggung gagal kami manfaatkan dan berhasil mereka kembalikan," tambahnya.
Selain itu, kesabaran menjadi titik lemah Rian dan Rahmat yang selalu terpancing pola permainan pasangan China.
"Hari ini kami bermain tidak sabar, tidak kontrol karena lawan tidak mudah mati. Mereka bermain panjang dan beberapa kali bolanya bisa diambil tapi lewat dari saya yang membuat saya kurang percaya diri di permainan depan," kata Rahmat.
Di sisi lain pasangan ganda campuran Pelatnas Cipayung, Amri Syahnawi / Nita Violina Marwah gagal melangkah lebih jauh di turnamen bergengsi All England Open World Tour Super 1000 setelah di babak delapan besar menyerah dari juara bertahan asal China, Guo Xin Wa / Chen Fang Hui.
Setelah sebelumnya menyingkirkan kompatriotnya Jafar Hidayatullah / Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di babak 16 besar, Amri Syahnawi / Nita Violina Marwah gagal membendung ketangguhan unggulan keenam Guo Xin Wa / Chen Fang Hui lewat pertandingan ketat rubber game dengan skor 17-21, 21-18 dan 15-21.
"Alhamdulillah bisa main cukup baik hari ini, tapi pada akhir-akhir laga kami kehilangan fokus yang membuat situasinya jadi menyulitkan, itu yang membuat mereka yakin lagi seperti di gim pertama," kata Amri Syahnawi kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
"Tadi sebenarnya peluang untuk menang itu ada karena kami sempat unggul juga di gim ketiga. Tapi ya itu poin-poin terakhir banyak melakukan kesalahan, banyak salah arah pengembaliannya. Mereka juga mempercepat pola yang terlambat kami adaptasi," Nita, menjelaskan.
Langkah pebulutangkis tunggal putra Indonesia peringkat 14 dunia, Alwi Farhan harus terhenti di babak delapan besar turnamen bergengsi All England Open 2026 BWF World Tour Super 1000 setelah menyerah dari unggulan kedua asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn .
Alwi Farhan harus mengakui keunggulan mantan juara dunia, Kunlavut Vitidsarn lewat pertandingan dua game langsung dengan skor 17-21 dan 12-21.
"Pertama-tama mengucap syukur Alhamdulillah walau saya tidak terlalu puas dengan performa saya hari ini. Sebenarnya dari start gim pertama sudah benar, tapi dari mulai interval pertama Kunlavut berubah pola dan saya kurang bisa antisipasi dengan lebih cepat. Itu kesalahan saya," papar Alwi kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Artikel Tag: Muhammad Rian Ardianto, Rahmat Hidayat, Liu Yi, Chen Bo Yang, All England 2026