All England 2026: Aaron/Wooi Ingatkan Bangkit Setelah Kegagalan di Jerman
Aaron Chia-Soh Wooi Yik/[Foto:Thestar]
Birmingham - Aaron Chia / Soh Wooi Yik telah memperingatkan para pesaing mereka bahwa mereka akan menuju Birmingham dengan tujuan untuk akhirnya merebut gelar ganda putra ajang All England.
Pasangan peringkat 2 dunia itu menegaskan bahwa German Open pekan ini hanyalah pemanasan setelah kekalahan mengejutkan mereka di babak kedua dari pasangan Prancis peringkat 89 dunia, Julien Maio-William Villeger.
Kini fokus mereka tertuju pada All England, yang dimulai pada hari Selasa di Utilita Arena, di mana mantan juara dunia ini secara luas dianggap sebagai harapan terbaik Malaysia untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar bergengsi tersebut.
Aaron-Wooi Yik menjadi runner-up pada tahun 2019 dan kembali pada tahun 2024, tetapi belum berhasil mengangkat trofi.
"Turnamen All England selalu istimewa bagi kami. Kami telah bermain di sana selama bertahun-tahun dan mencapai final, tetapi kami belum berhasil meraih gelar juara," kata Aaron.
"Jadi, kami berharap dapat mewujudkan impian kami tahun ini."
Sebagai unggulan kedua, Aaron / Wooi Yik menghadapi jalan yang menantang. Mereka akan memulai pertandingan melawan pasangan Amerika peringkat 28 dunia Chen Zhi Yi-Presley Smith, dengan potensi pertemuan di babak 16 besar melawan sesama pasangan Amerika Wan Arif Junaidi-Yap Roy King atau pasangan Denmark Daniel Lundgaard-Mads Vestergaard.
Jika mereka lolos, bentrok sesama tim Malaysia mungkin akan menanti di babak selanjutnya.
Pemain peringkat 6 dunia Man Wei Chong-Tee Kai Wun, serta pemain peringkat 8 dunia Goh Sze Fei-Nur Izzuddin Rumsani, kemungkinan akan menjadi lawan di perempat final dan semifinal.
Pasangan Korea Selatan peringkat 1 dunia Kim Won Ho dan Seo Seung Jae adalah unggulan teratas.
Terlepas dari undian yang sulit, Wooi Yik menegaskan bahwa kuncinya terletak pada kemampuan untuk mengulangi performa latihan mereka di panggung terbesar.
"Kami selalu memberikan yang terbaik dalam latihan. Itu adalah arena terpenting untuk menguji kemampuan kami. Jika kami bisa mengulanginya dalam kompetisi, hasilnya akan datang," katanya.
Malaysia berupaya mengakhiri paceklik gelar selama 19 tahun di nomor ganda putra. Pasangan Malaysia terakhir yang mengangkat trofi All England adalah Koo Kien Keat-Tan Boon Heong pada tahun 2007.
Artikel Tag: Soh Wooi Yik, Aaron Chia, All England 2026, German Open 2026