Ayah Teofimo Lopez Jr Nilai Shakur Stevenson Membosankan di Atas Ring
Teofimo Lopez Sr menilai gaya bertarung Shakur Stevenson yang sangat defensif tidak layak mendapat pujian berlebihan dan bahkan menyebutnya tidak bagus untuk perkembangan tinju. (Foto: Fight TV)
Teofimo Lopez Sr melontarkan kritik keras terhadap Shakur Stevenson meski petinju Amerika Serikat itu baru saja mengalahkan putranya, Teofimo Lopez.
Ia menilai gaya bertarung Stevenson yang sangat defensif tidak layak mendapat pujian berlebihan dan bahkan menyebutnya tidak bagus untuk perkembangan tinju.
Shakur Stevenson mengalahkan Lopez melalui keputusan angka mutlak dalam pertarungan 12 ronde di Madison Square Garden, New York, pada 31 Januari.
Kemenangan tersebut membuat Stevenson merebut gelar kelas welter junior versi The Ring dan WBO milik Lopez.
Sejak kemenangan tersebut, Stevenson mendapat banyak pujian atas penampilan dominannya.
Namun, Lopez Sr. tidak sepakat dengan penilaian tersebut. Pelatih sekaligus ayah Teofimo Lopez itu menilai Stevenson terlalu mengandalkan pertahanan dan membuat pertarungan menjadi kurang menarik.
"Mereka ingin menjadikan anak ini sesuatu yang sebenarnya tidak akan dia jadi. Dia akan membosankan sepanjang hidupnya, dia tidak bagus untuk tinju," kata Lopez Sr. dalam episode terbaru Mr. Verzace Podcast.
Dalam pertarungan melawan Lopez, jab menjadi senjata utama Shakur Stevenson. Ia mencatat 105 jab masuk, jumlah tertinggi sepanjang kariernya, sedangkan Lopez hanya mampu mendaratkan 16 jab.
Stevenson kemudian menggunakan keunggulan tersebut untuk mengontrol jarak dan menghindari serangan lawannya sepanjang pertandingan.
Kekalahan itu membuat kubu Lopez berusaha segera melupakan pertarungan tersebut.
Teofimo Lopez kini mengalihkan perhatian ke tantangan berikutnya dan akan kembali naik kelas untuk memperebutkan gelar dunia.
Lopez dijadwalkan menghadapi pemegang gelar WBA kelas welter, Rolando "Rolly" Romero, pada 22 Agustus di T-Mobile Arena, Las Vegas.
Lopez memiliki rekor 22-2 dengan 13 kemenangan knockout dan berpeluang menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda jika berhasil mengalahkan Romero.
Lopez Sr. mengakui posisi putranya saat ini belum ideal setelah kekalahan dari Stevenson.
Namun, ia yakin kemenangan spektakuler atas Romero dapat mengubah situasi dan kembali menempatkan Teofimo di antara petinju terbaik kelas welter.
Romero, yang memiliki rekor 17-2 dengan 13 knockout, belum bertanding sejak mengejutkan Ryan Garcia melalui kemenangan angka pada Mei 2025. Karena itu, Lopez Sr. menilai pertarungan mendatang memiliki arti besar bagi kedua petinju.
Ia pun menjanjikan penampilan berbeda dari putranya.
"Anda akan melihat sesuatu yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. Dalam tinju, dia adalah seorang penghibur. Itu sebabnya dia melakukan hal-hal yang belum pernah dilihat orang. Ketika anak saya bahagia, tidak ada yang bisa mengalahkannya," ujar Lopez Sr.
Artikel Tag: Teofimo Lopez, Ryan Garcia, Shakur Stevenson