Atlanta Dream Bidik Keunggulan atas Golden State di Gim Ketiga Final WNBA
Forward Atlanta Dream Angel Reese (kiri) menjadi pemain kunci dalam kemenangan gim kedua dengan torehan 30 poin dan 16 rebound. (Foto: AP)
Atlanta Dream akan memanfaatkan keuntungan bermain di kandang saat menjamu Golden State Valkyries pada gim ketiga final WNBA, Rabu (21/10) malam waktu setempat atau Kamis pagi WIB.
Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan untuk mengambil keunggulan dalam seri perebutan gelar tersebut.
Atlanta Dream menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dalam seri berformat best-of-seven setelah mengalahkan Valkyries 79-65 pada gim kedua, Senin (19/10).
Hasil itu sekaligus menjadi kemenangan pertama Atlanta dalam sejarah penampilan mereka di final WNBA.
Tim unggulan keempat tersebut kini berpeluang melanjutkan momentum di State Farm Arena.
Atlanta terakhir kali memainkan pertandingan final di kandang sendiri 13 tahun lalu.
Sebelumnya, Dream tiga kali mencapai final pada 2010, 2011, dan 2013, tetapi selalu gagal menjadi juara setelah kalah dalam tiga seri tersebut.
Forward Atlanta Dream Angel Reese menjadi pemain kunci dalam kemenangan gim kedua dengan torehan 30 poin dan 16 rebound.
Ia menilai keberhasilan tim menjaga kebersamaan sepanjang musim menjadi modal penting untuk melanjutkan perjuangan meraih gelar pertama.
"Saya pikir ini baru permulaan. Sepanjang tahun, kami terus bersatu dan memahami identitas kami. Kota ini mendukung kami, begitu pula tim, pelatih, dan semua orang yang berada di belakang kami," kata Reese.
Meski puas membawa pulang hasil imbang dari San Francisco, pelatih Atlanta Karl Smesko mengingatkan timnya bahwa tantangan berikutnya akan lebih berat.
Dream hanya mencatat akurasi tembakan 33,9 persen dari lapangan dan 28 persen dari luar garis tiga angka, dengan tujuh tembakan masuk dari 25 percobaan pada gim kedua.
Kedua tim memang kesulitan mencetak angka sepanjang dua pertandingan pertama.
Akurasi tembakan Golden State pada gim kedua hanya 34,4 persen, angka tertinggi di antara kedua tim selama seri final sejauh ini.
Smesko menilai pertahanan intensif dari kedua kubu menjadi salah satu penyebab rendahnya akurasi tembakan.
Ia meminta para pemain Atlanta meningkatkan performa ketika kembali bermain di hadapan pendukung sendiri.
Sementara itu, Golden State berusaha memperbaiki pertahanan yang menjadi kekuatan utama mereka sepanjang musim reguler.
Valkyries memimpin liga dengan rata-rata hanya kebobolan 75,1 poin per pertandingan serta memaksa lawan melakukan hampir 14 turnover per laga.
Guard Veronica Burton mengakui timnya kalah dalam hal intensitas dan usaha pada gim kedua.
Pelatih Natalie Nakase juga mengungkapkan kekecewaannya karena para pemain tidak menunjukkan karakter pertahanan yang biasanya menjadi identitas Golden State.
"Saya frustrasi. Pertahanan adalah bagian dari identitas kami. Saya perlu mengevaluasi apa yang kurang dalam menyampaikan rencana permainan, semangat juang, dan permainan fisik kami," ujar Nakase.
Gabby Williams menjadi andalan Golden State dengan rata-rata 20 poin sepanjang dua gim final. Ia merupakan satu-satunya pemain Valkyries yang mencetak dua digit poin dalam kedua pertandingan.
Golden State juga memiliki modal berupa kemenangan 88-83 atas Atlanta dalam satu-satunya pertemuan mereka di kandang Dream musim ini, pada 4 Juli di Gateway Center Arena.
Artikel Tag: Golden State Valkyries, Atlanta Dream