Atalanta Kecam Keputusan Kontroversial Wasit dalam Semifinal Coppa Italia
Atalanta Kecam Keputusan Kontroversial Wasit dalam Semifinal Coppa Italia - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia: Drama di Bergamo, Atalanta Gigit Jari Usai Tersingkir dari Coppa Italia
Dalam laga semifinal Coppa Italia yang berlangsung sengit di New Balance Arena, Atalanta harus menelan pil pahit setelah kalah adu penalti dari Lazio. Pertandingan ini diwarnai dengan protes keras dari kubu Atalanta terkait dua gol yang dianulir oleh VAR, yang menambah drama di malam penuh emosi itu.
Atalanta, yang berusaha bangkit setelah hasil imbang 2-2 di leg pertama di Stadio Olimpico, menghadapi ketidakpuasan besar ketika dua gol mereka dianulir. Gol pertama dianulir karena dugaan pelanggaran Nikola Krstovic terhadap Edoardo Motta, sementara gol kedua dibatalkan karena offside Davide Zappacosta. Meski Mario Pasalic berhasil menyamakan kedudukan setelah gol pembuka dari Alessio Romagnoli, pertandingan berakhir imbang hingga perpanjangan waktu, memaksa babak adu penalti digelar.
Di sinilah Edoardo Motta menjadi pahlawan bagi Lazio, dengan menyelamatkan empat tendangan penalti berturut-turut, memastikan langkah Lazio ke final menghadapi Inter pada 13 Mei mendatang. Namun, kemenangan ini dibayangi oleh protes keras dari direktur Atalanta, Luca Percassi, yang menyatakan ketidakpuasan atas keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya.
Percassi mengekspresikan kekecewaannya terhadap keputusan wasit melalui media, dengan menyoroti gol yang dianulir karena handball Mario Gila yang diduga tidak disengaja dan insiden Krstovic yang dianggap melakukan pelanggaran terhadap penjaga gawang. "Ini adalah kesalahan yang sulit diterima, terutama dengan teknologi yang seharusnya membantu wasit," ujar Percassi dengan nada kecewa.
Sementara itu, insiden serupa terjadi ketika Lazio mengajukan permohonan penalti setelah bola mengenai tangan Giorgio Scalvini, tetapi situasi tersebut diabaikan oleh wasit.
Kekecewaan Atalanta tak hanya berasal dari hasil pertandingan ini, namun juga karena kenangan pahit kekalahan di final Coppa Italia 2019 yang kembali terngiang. Kini, mereka harus mengubur asa untuk melangkah ke final dan fokus pada tantangan berikutnya dalam kompetisi lainnya.