Kanal

Aryna Sabalenka Siap Beraksi Di Canadian Open Usai Periode Yang Menantang

Penulis: Dian Megane
03 Agu 2026, 09:33 WIB

Aryna Sabalenka [image: tennis365]

Berita Tenis: Aryna Sabalenka beberapa pekan lalu tersingkir dari babak keempat Wimbledon musim 2026 — kekalahan Grand Slam terawal sejak musim 2022 — setelah kekalahan mengejutkan di perempatfinal French Open sebulan sebelumnya.

Petenis peringkat 1 dunia pun sangat membutuhkan istirahat dengan harapan bisa menyusun ulang kembali semuanya.

“Saya ingin mabuk berat, melupakan tenis. Dan mencoba untuk menjadi lebih baik,” ungkap Sabalenka kepada wartawan di London bulan lalu setelah kalah dari Naomi Osaka dengan dua set langsung.

Setelah beberapa waktu absen dari permainan, perjalanan juara Miami Open musim 2026 akan dimulai kembali di Canadian Open, Toronto.

Juara Indian Wells Open musim 2026 akan memimpin deretan bintang di Canadian Open musim ini dengan tujuan membalikkan keadaan di hard-court Amerika Utara setelah melewati masa sulit di grass-court dan clay-court Eropa.

“Saya mencoba beberapa hal. Tidak berjalan seperti yang saya harapkan dan sekarang kami kembali ke dasar, dan saya sangat berharap ini akan berhasil dengan baik,” ungkap Sabalenka di Sobeys Stadium, Toronto.

Petenis berusia 28 tahun telah beristirahat hampir satu bulan — termasuk beberapa waktu beristirahat di Yunani — ketika ia dijadwalkan untuk memulai kembali turnamennya pekan ini di Toronto.

“Istirahat itu sangat dibutuhkan. Saya banyak menderita selama musim panas, baik secara fisik maupun mental,” aku Sabalenka

Semangatnya pun kembali setelah beristirahat sekitar satu pekan.

“Saya merasa jauh lebih baik. Saya tidak sabar untuk kembali ke lapangan dan mulai bekerja menuju tujuan saya,” tambah Sabalenka.

Beberapa nama yang akan bergabung dengannya di turnamen WTA level 1000, Canadian Open di antaranya petenis peringkat 2 dunia, Elena Rybakina yang mengalahkan petenis peringkat 1 dunia untuk memenangkan gelar Australian Open musim ini; petenis yang telah dua kali menjadi juara di turnamen WTA level 1000 di Kanada, Jessica Pegula; petenis yang telah mengantongi dua gelar Grand Slam, Cori Gauff; dan juara French Open musim 2026, Mirra Andreeva.

Petenis peringkat 1 dunia terpaksa melewatkan Canadian open musim lalu karena kelelahan setelah lolos ke final French Open dan semifinal Wimbledon.

Turnamen di Kanada mewakili awal yang padat dalam pemanasan menuju US Open, termasuk turnamen WTA level 1000 yang digelar di Cincinnati. Petenis peringkat 1 dunia menyatakan bahwa periode tersebut menyuguhkan banyak pertandingan dalam waktu singkat, terutama ketika beralih dari grass-court menuju hard-court.

“Sangat sulit mengatur jadwal banyak turnamen yang lebih panjang,” ujar Sabalenka. “Jika anda melaju lebih jauh di turnamen grass-court, anda tidak punya banyak waktu untuk beristirahat, mengisi ulang energi, dan kembali ke lapangan untuk berlatih, kemudian melakoni turnamen, melewatkan waktu liburan, yang sangat dibutuhkan setelah bagian besar musim itu.”

Ia menambahkan bahwa jadwal yang padat dan perubahan permukaan lapangan berarti para petenis harus membuat keputusan yang sulit.

“Jika anda melangkah jauh di turnamen grass-court, anda akan merasa sangat lelah dan tidak mampu menampilkan permainan tenis yang impresif,” tambahnya. “Apa gunanya datang ketika tubuh anda benar-benar berada di bawah tekanan yang begitu besar? Tidak cukup waktu untuk pemulihan, anda terlalu memaksakan tubuh anda, kemudian itu dapat menyebabkan cedera.”

Namun, setelah penampilan yang kurang memuaskan di clay-court dan grass-court, jalan petenis peringkat 1 dunia menjadi lebih mudah.

“Musim ini saya tidak tampil baik. Jadi, saya di sini,” tutur Sabalenka sambil tertawa.

Artikel Tag: wimbledon, French Open, canadian open, Aryna Sabalenka

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru