Aryna Sabalenka Akui Hancurkan Sejumlah Raket Sebelum Berusia 12 Tahun
Aryna Sabalenka usai Australian Open musim 2024 [image: getty images]
Berita Tenis: Aryna Sabalenka mengakui bahwa ia sempat membuat orang tuanya marah ketika ia menghancurkan raket selama ia melalui masa perkembangan sebagai seorang petenis.
Petenis peringkat 2 dunia dengan sukses mempertahankan gelar Australian Open pada musim 2024 usai membantai petenis berkebangsaan Cina, Zheng Qinwen dengan hanya kehilangan lima game saja. Ia pun menjadi petenis putri pertama yang memenangkan gelar Australian Open tanpa kehilangan satu service game pun sejak Serena Williams pada musim 2007.
Petenis berusia 25 tahun selalu menekankan hubungan yang dekat dengan keluarga dan peran penting yang mereka perlihatkan selama ia masih berkembang sebagai petenis junior dan mendukung dirinya di sepanjang kariernya.
Petenis peringkat 2 dunia kini mengungkapkan bahwa ia sudah begitu dekat untuk berhenti dari dunia tenis tetapi memutuskan untuk terus menjalaninya demi keluarganya.
“Ada momen ketika saya hampir saja berhenti,” aku Sabalenka.
Petenis berusia 25 tahun cukup kesulitan untuk memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya, setelah menghadapi kekecewaan di tiga semifinal Grand Slam pada periode musim 2021 dan 2022. Rasa frustasi pun mendorongnya untuk mempertimbangkan berhenti dari tenis dengan serius.
“Saya tidak bisa terus melangkah, itu terlalu berlebihan. Tetapi saya tidak bisa menyerah, karena keluarga dan ayah saya. Saya merasa saya harus terus melangkah dan tetap melakukan hal yang saya lakukan,” ungkap Sabalenka.
“Saya tahu ia (ayahnya) tidak akan menerimanya dan ia akan benar-benar kesal jika ia mendengar bahwa saya hampir berhenti karena saya lelah untuk berusaha.”
“Orang tua saya selalu malah ketika saya menghancurkan raket. Tetapi satu-satunya hal yang mereka katakan adalah mereka tidak akan pernah merasa kesal jika saya mengerahkan semua kemampuan saya dan berjuang demi setiap poin. Bagi mereka, tidak masalah jika saya menang atau kalah, ini semua tentang mengerahkan semua usaha. Dan tidak menghancurkan raket (sambil tertawa).”
“Satu-satunya hal yang membuat mereka marah adalah ketika saya menghancurkan raket. Sebelum saya berusia 12 tahun, saya menghancurkan enam atau tujuh raket, yang tentu banyak.”
Sementara itu hanya tiga petenis putri lain yang mampu mempertahankan gelar Australian Open, yaitu Jennifer Capriati (2001, 2002), Williams (2009, 2010), dan Victoria Azarenka (2012, 2013).
“Saya pikir hal terbaik adalah saya mampu mengatasi tekanan dengan benar-benar baik dan berkompetisi di level setinggi itu dengan semua tekanan, yang merupakan hal terbaik saya pernah saya lakukan dalam beberapa pekan terakhir. Itu benar-benar beberapa pekan yang menantang dan saya merasa sangat gembira bahwa saya bisa melaluinya,” seru Sabalenka.
Artikel Tag: Tenis, australian open, Aryna Sabalenka