Kanal

Aryna Sabalenka Akui Elena Rybakina Tampil Lebih Baik Di US Open

Penulis: Dian Megane
13 Sep 2026, 11:50 WIB

Aryna Sabalenka [image: getty images]

Berita Tenis: Satu-satunya hal yang dirasakan Aryna Sabalenka menjadi keuntungannya dalam laga final US Open musim 2026 melawan Elena Rybakina adalah dukungan penuh semangat dari 23.000 penonton di Arthur Ashe Stadium.

Namun pada akhirnya, petenis unggulan pertama harus menelan kekalahan tiga set dari petenis unggulan kedua, Rybakina di final US Open.

"Sebenarnya, pada satu titik saya sempat merasa, 'Ya ampun, rasanya saya seperti orang Amerika di sana. Saya hanya berharap bisa, anda tahu, memenangkannya dan merasakan dukungan itu lebih dalam lagi. Ya, tetapi bukan musim ini," ungkap Sabalenka.

Setelah dipastikan akan lengser dari peringkat 1 dunia saat daftar peringkat baru dirilis pada hari Senin (14/9), juara Indian Wells Open musim 2026 awalnya mengincar untuk menjadi petenis putri pertama sejak Serena Williams pada periode 2012 – 2014 – sekaligus petenis ketiga sejak musim 1968 – yang memenangkan tiga gelar US Open secara beruntun. Tetapi ia tampak frustasi di sepanjang final yang berlangsung selama 2 jam 21 menit.

Ia lebih banyak melakukan unforced error dibandingkan winner, sempat memukul bola hingga keluar stadion karena frustrasi di awal set pertama, serta membenturkan raketnya ke lapangan lebih dari satu kali saat Rybakina merebut kendali pertandingan darinya.

Ia hanya mencatatkan tiga peluang break point di sepanjang pertandingan, yang semuanya terjadi saat ia berusaha bangkit kembali menjelang akhir set kedua. Hal tersebut, ditambah dengan statistik impresif Rybakina — 12 ace, 36 winner, dan 24 unforced error — membuat petenis unggulan pertama menilai performanya sendiri "tidak cukup baik."

"Jelas saya tidak terlalu puas dengan performa saya kali ini, tetapi servis lawan sangat luar biasa. Ia bermain dengan sangat agresif dan menampilkan permainan tenis yang hebat. Ya, kali ini ia memang bermain dengan lebih baik daripada saya,” tutur Sabalenka.

"Saya hanya berusaha bersaing dan memberikan yang terbaik dengan kemampuan yang saya miliki kali ini."

Awal musim 2026 yang dominan bagi petenis unggulan pertama perlahan berubah menjadi serangkaian hasil yang mengecewakan, terutama di turnamen-turnamen besar. Namun, dengan status peringkat 1 dunia yang akan resmi berpindah tangan pada hari Senin, ia tidak akan membiarkan kekalahan menyakitkan tersebut menentukan langkahnya ke depan.

"Menurut saya, kapan pun anda bertanding, anda akan menjadi sasaran bagi lawan. Tidak peduli apakah anda peringkat 1, 2, 3, 4, atau peringkat berapa pun. Saya hanya akan terus bekerja keras dan meningkatkan permainan tenis serta level saya. Semoga saya bisa memenangkan lebih banyak turnamen lagi,” tambah Sabalenka.

"Ada banyak hal yang bisa dipetik dari turnamen ini. Pengalaman menunjukkan bahwa saya selalu kembali dengan lebih kuat dan semua pelajaran musim ini pastinya telah membuat saya lebih tangguh, hal ini juga jelas akan memotivasi saya untuk tampil lebih baik lagi musim depan."

Setelah diberi tahu bahwa ia menempati posisi teratas selama 99 pekan berturut-turut — peringkat keenam di Open Era — yang menjadikan total pencapaian kariernya mencapai 107 pekan, ia tertawa memikirkan fakta bahwa, untuk saat ini ia masih memiliki satu keunggulan dibandingkan Rybakina.

"Kita lihat saja apakah Elena bisa mengalahkan saya dalam hal itu," ujar Sabalenka berseloroh, lalu menambahkan, "Kalau aia terus bermain seperti itu, ya, saya bakal dalam masalah."

Artikel Tag: US Open, Aryna Sabalenka, Elena Rybakina

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru