Kanal

Andrew Cain Siap Hadapi Gonzalez, Bidik Kesempatan Rebut Gelar Takuma Inoue

Penulis: Hanif Rusli
05 Jan 2026, 10:27 WIB

Meski menjadi favorit kuat atas Jair Gonzalez, Andrew Cain sadar di usia 29 tahun ia tak boleh melakukan satu kesalahan pun. (Foto: Fight TV)

Petinju asal Liverpool Andrew Cain bertekad menebus satu tahun yang nyaris terbuang.

Ia akan kembali naik ring menghadapi petinju Meksiko, Alejandro Jair Gonzalez, di M&S Bank Arena, Liverpool, pada 7 Februari mendatang.

Cain (14-1, 12 KO) belum bertanding sejak kemenangan atas Charlie Edwards pada Maret lalu.

Meski begitu, ia paham bahwa kemenangan atas Gonzalez (19-6-3, 11 KO) bisa membuka jalan menuju perebutan gelar juara dunia kelas bantam WBC, yang kini dipegang Takuma Inoue, petinju peringkat tiga versi The Ring di kelas 118 pound.

Bukan kali pertama Cain harus menghadapi masa vakum panjang dalam kariernya. Namun, ia menegaskan lebih memilih jadwal bertanding yang padat.

“Kalau terserah saya, saya ingin bertarung sebulan sekali,” kata Andrew Cain kepada The Ring.

Rangkaian kemenangan KO brutal sempat membuat banyak pengamat yakin Cain memiliki potensi besar di level elite.

Namun, ia masih perlu satu kemenangan penting untuk benar-benar menarik perhatian publik luas.

Laga melawan Charlie Edwards, mantan juara dunia WBC kelas terbang, diharapkan menjadi momen terobosan tersebut.

Sayangnya, pertarungan itu tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Edwards memilih bertarung aman dan menghindari duel terbuka, membuat laga berjalan datar dan kurang menghibur.

Cain memang menang lewat split decision, tetapi hasil tersebut tidak memberinya dorongan besar dalam karier.

Cedera kemudian kembali menghambat langkahnya dalam beberapa bulan terakhir.

“Saya hanya menunggu kesempatan bertarung,” ujar Andrew Cain. “Ada banyak hal di balik layar, termasuk politik tinju. Jadi saya terus latihan dan menunggu. Memang menjengkelkan, tapi begitulah tinju. Saya akan terus melakukan apa yang saya lakukan—menjatuhkan lawan—dan pada akhirnya saya akan sampai di sana.”

Gonzalez bukan lawan yang bisa diremehkan. Rekornya mungkin tidak mencolok, tetapi petinju berusia 25 tahun itu dikenal tangguh dan berpengalaman.

Setelah kalah majority decision pada Mei 2023 dan sempat terpuruk di rekor 13-6-2, Gonzalez bangkit dengan tujuh laga tak terkalahkan dan kini menempati peringkat lima WBC.

Andrew Cain menyerahkan sepenuhnya analisis lawan kepada pelatihnya, Paul Stevenson. Meski menjadi favorit kuat, Cain sadar di usia 29 tahun ia tak boleh melakukan satu kesalahan pun.

“Saya belum banyak melihat dia,” kata Cain. “Tapi siapa pun yang datang ke kota saya dan mencoba mengambil segalanya dari saya, mereka harus siap melakukan apa saja. Di ring itu, saya akan bertarung habis-habisan.”

Artikel Tag: Andrew Cain

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru