Amanda Serrano Puji Perlawanan Gigih Reina Tellez Meski Kalah Angka
Amanda Serrano (kanan) dan Reina Tellez. (Foto: Fight TV)
Amanda Serrano kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu petinju wanita terbaik dunia, namun kemenangan terbarunya juga menjadi panggung pembuktian bagi lawannya, Reina Tellez.
Dalam laga yang digelar akhir pekan lalu di Coliseo Roberto Clemente, San Juan, Puerto Rico, Serrano mempertahankan statusnya sebagai juara dunia kelas bulu versi The Ring, WBA, dan WBO dengan kemenangan angka mutlak 98-92, 97-93, dan 97-93.
Sejak awal, laga ini diprediksi menjadi tantangan berat bagi Tellez. Ia harus menghadapi Amanda Serrano, juara tujuh divisi dengan pengalaman dan kualitas jauh di atasnya.
Namun, petinju muda berusia 22 tahun itu tampil berani dan pantang menyerah, sehingga mampu meningkatkan reputasinya meski pulang dengan kekalahan.
“Dia menunjukkan kepada dunia siapa Reina Tellez,” ujar Serrano usai laga. “Sekarang dia akan punya banyak peluang lain, termasuk bertarung lagi di bawah naungan MVP. Dia datang, dia bertarung, dan dia pantas mendapatkan tempatnya.”
Tellez (13-1-1, 5 KO), yang dipromosikan oleh Boxlab Promotions, menerima laga ini hanya dengan persiapan dua minggu sebagai pengganti Erika Cruz, yang harus mundur akibat temuan tidak biasa dalam tes VADA.
Melawan Amanda Serrano (48-4-1, 31 KO) merupakan lonjakan level yang sangat besar, mengingat sang juara sudah meraih gelar dunia pertamanya sejak 2011, saat Tellez baru mulai menekuni tinju.
Sepanjang pertandingan, keunggulan tinggi badan, jangkauan, dan pengalaman membuat Serrano mampu mengontrol jalannya laga.
Serangan ke tubuh menjadi senjata utama petinju kidal Puerto Rico itu, memaksa Tellez lebih banyak bergerak dan bertahan.
Pada ronde ke-10, Serrano bahkan meningkatkan intensitas serangan demi mengejar kemenangan KO, namun Tellez mampu bertahan hingga bel akhir.
“Saya tidak terkejut, petinju wanita itu tangguh,” kata Serrano. “Saya ingin memberi hiburan kepada penonton, jadi di tiga menit terakhir saya benar-benar melepaskan pukulan.”
Meski kalah, Tellez tetap mencuri beberapa ronde di kartu juri. Jab dan hook kirinya sempat merepotkan Serrano dan menyebabkan pembengkakan di sekitar mata sang juara.
Serrano pun mengaku berterima kasih atas keberanian Tellez menerima laga dadakan ini.
“Dia seorang pejuang,” ujar Amanda Serrano, yang tampil di kampung halamannya untuk pertama kali sejak 2021.
Bagi Tellez, pengalaman menjalani 10 ronde tiga menit melawan salah satu petinju terbaik dunia diyakini akan sangat berharga untuk perjalanan kariernya ke depan.
Artikel Tag: Amanda Serrano