Kanal

Alexandra Eala Wujudkan Target Pribadi Dan Cetak Sejarah Di Wimbledon

Penulis: Dian Megane
03 Jul 2026, 20:35 WIB

Alexandra Eala [image: AFP]

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Filipina, Alexandra Eala tidak terpaku pada gagasan untuk membuat sejarah dalam tenis. Baginya, itu hanyalah bonus tambahan.

Petenis berusia 21 tahun menciptakan rekor baru di Wimbledon setelah mengalahkan penakluk Serena Williams asal Australia, Maya Joint dengan tiga set. Dengan demikian, ia menjadi petenis putri Filipina pertama yang mencapai babak ketiga di London. Itu adalah tonggak sejarah terbaru bagi bintang yang tengah naik daun.

“Sungguh luar biasa bagi saya bisa melakukan itu untuk negara saya, tetapi saya rasa itu juga sangat emosional setiap kali saya mampu melewati langkah baru atau mencapai terobosan baru, hanya karena itu juga merupakan tujuan pribadi dan pencapaian pribadi,” jelas Eala.

“Itu adalah hal-hal yang telah saya perjuangkan dengan sangat keras. Itu adalah hal-hal yang telah diperjuangkan dengan sangat keras oleh tim saya. Saya sangat menghargai kesempatan untuk berbagi ini dengan bangsa, tetapi saya pikir yang terpenting adalah ini membuat saya sangat bangga karena kerja keras yang telah saya lakukan.”

Petenis berkebangsaan Filipina mulai bermain di turnamen ITF pada usia 14 tahun. Musim berikutnya, ia melakukan debut di turnamen WTA dengan turun di Miami Open, di mana ia kemudian mencapai semifinal lima musim kemudian di turnamen tersebut. Ia berlatih di Rafa Nadal Academy yang terkenal di Spanyol dan dilatih oleh Joan Bosch.

Seiring dengan meningkatnya popularitasnya, petenis peringkat 32 dunia juga harus menghadapi lonjakan ketenaran di negara asalnya. Filipina memiliki perkiraan populasi 113 juta jiwa, yang merupakan negara terbesar ke-13 di dunia. Ia memiliki 1,1 juta pengikut di Instagram, dengan unggahan terbarunya yang menandai kemenangannya di babak kedua Wimbledon menerima sekitar 58.000 suka dalam dua jam pertama.

“Target pribadi saya selalu menjadi prioritas saya. Ini adalah perjalanan saya. Saya senang bisa membagikannya dengan semua orang yang ingin ikut serta. Saya pikir salah satu hal terbesar yang membuatnya alami dan lebih mudah ditangani adalah karena itu tulus. Jadi, seluruh cerita saya sangat tulus. Itu sangat dekat di hati saya,” ujar Eala.

“Saya tidak mencoba menjadi orang lain. Saya tidak mencoba menyimpang dari nilai-nilai saya.”

Tampaknya tidak terhindarkan bahwa pertandingan petenis berkebangsaan Filipina berikutnya melawan juara bertahan, Iga Swiatek akan dimainkan di salah satu dari dua lapangan utama Wimbledon. Ia dikenal memiliki basis penggemar yang loyal ke mana pun ia pergi.

Lebih jauh lagi, diperkirakan sekitar 200.000 warga Filipina tinggal di Inggris, banyak di antaranya untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional kesehatan di negara tersebut.

“Ia telah memenangkan Grand Slam di grass-court. Ia telah memenangkan Grand Slam di clay-court. Ia telah memenangkan Grand Slam di hard-court. Saya mengharapkan tantangan besar. Tetapi saya siap menghadapinya secara langsung,” tutur Eala tentang laga menghadapi Swiatek.

Artikel Tag: wimbledon, Iga Swiatek, Alexandra Eala

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru