Kanal

Aleksander Ceferin Tegaskan Kepercayaan di Sepak Bola Dunia Belum Pulih

Penulis: Fery Andriyansyah
23 Sep 2026, 19:30 WIB

Aleksander Ceferin sindir FIFA terkait rusaknya tata kelola dan transparansi sepak bola dunia. (Foto: Marcio Machado/Eurasia Sport Images/Getty Images)

Berita Sepak Bola: Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menyatakan bahwa kepercayaan terhadap sepak bola dunia belum pulih pascabatalnya rencana investasi swasta kontroversial milik FIFA. Pernyataan publik pertama Ceferin ini muncul setelah Presiden FIFA Gianni Infantino menawarkan peninjauan ulang atas proses pengambilan keputusan lembaga tersebut.

Dalam pidato video di Portugal Football Summit pada hari Rabu (23/9/2026), Ceferin menekankan pentingnya persatuan, transparansi, dan tata kelola yang melayani kepentingan sepak bola secara luas. Pria berusia 58 tahun itu menyindir pihak-pihak yang dinilai lebih mementingkan ambisi pribadi dibanding olahraga itu sendiri.

"Namun tidak semua orang menempatkan permainan ini di atas ambisi mereka sendiri. Kepercayaan pada olahraga kita bertumpu pada tiga pilar: persatuan, transparansi, dan tata kelola yang melayani banyak orang, bukan segelintir orang," ujar Aleksander Ceferin dalam pidatonya.

"Belakangan ini, ketiganya diabaikan oleh orang-orang yang telah bersumpah untuk melindunginya. Proyek yang menghancurkan persatuan sepak bola dunia mungkin sudah dibatalkan, tetapi kepercayaan yang rusaknya belum kembali, dan memperbaikinya adalah tugas kita sekarang," lanjut Presiden UEFA tersebut.

Meski tidak menyebut nama Infantino atau FIFA secara langsung, Ceferin mengkritik keras proposal penjualan 20 persen saham hak komersial FIFA kepada investor swasta. Rencana pembatalan proyek tersebut terjadi pada Juli lalu setelah mendapat penolakan kuat dari UEFA, AFC, dan CONCACAF.

"Sepak bola tidak untuk dijual. Itulah pesan yang diusung UEFA selama bertahun-tahun, dan saya yakin KTT ini akan membawanya lebih jauh," tegas Ceferin menekankan prinsip dasar organisasi yang dipimpinnya dalam menjaga integritas kompetisi.

Intervensi Ceferin terjadi dua hari setelah Infantino berusaha meredakan ketegangan melalui surat resmi kepada Dewan FIFA dan 211 asosiasi anggota. Infantino mengusulkan peninjauan eksternal independen terhadap kerangka tata kelola FIFA guna meningkatkan transparansi serta akuntabilitas keputusan strategis organisasi.

Meskipun Infantino telah menyatakan komitmennya untuk tetap memimpin FIFA dan bersiap maju kembali dalam pemilihan presiden pada Maret 2027, beberapa federasi tetap bersikap kritis. Ceferin pun menutup pesannya dengan mengingatkan para pemimpin organisasi untuk selalu mengingat pihak yang mereka layani.

"Permainan ini akan tetap aman jika mereka yang mengaturnya ingat untuk siapa mereka mengaturnya," kata Aleksander Ceferin dalam pidatonya menyikapi dinamika kepemimpinan sepak bola global saat ini.

Artikel Tag: UEFA, FIFA, Gianni Infantino, Aleksander Ceferin

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru