Aksi Pedro Acosta di GP Thailand Disebut Mirip Manuver Legendaris Rossi
Pedro Acosta duel dengan Marc Marquez di MotoGP Thailand
Berita MotoGP: Pedro Acosta membuka MotoGP 2026 dengan performa sensasional di Thailand. Aksi agresif sekaligus presisinya bahkan dinilai mirip dengan legenda MotoGP, Valentino Rossi.
Pembalap muda KTM, Pedro Acosta, langsung mencuri perhatian pada seri pembuka MotoGP 2026 di Buriram. Penampilannya sepanjang akhir pekan dinilai sebagai salah satu performa terbaik dalam kariernya di kelas premier.
Acosta lebih dulu mengamankan kemenangan Sprint Race sebelum melanjutkan tren positif dengan finis kedua pada balapan utama. Hasil tersebut membuatnya memimpin klasemen sementara untuk pertama kalinya sepanjang karier MotoGP.
Penampilan agresif namun terkontrol itu membuat mantan pembalap MotoGP, Neil Hodgson, melontarkan pujian tinggi. Ia bahkan menyebut Acosta mulai menunjukkan kemampuan khas legenda balap Valentino Rossi.
Menurut Hodgson, kunci kehebatan Acosta terlihat dari kemampuannya membaca batas cengkeraman ban depan, sesuatu yang selama ini identik dengan Rossi.
“Balapan yang sangat agresif tapi bersih. Dia tahu persis batas motor,” ujar Hodgson saat siaran langsung MotoGP Thailand.
Ia menyoroti komentar Acosta setelah tes Sepang, ketika pembalap asal Spanyol itu mengaku mulai benar benar merasakan limit bagian depan motor KTM RC16.
“Sejak saat itu dia belum jatuh sekali musim ini. Itu seperti ‘ilmu gelap’ balapan, memahami ban depan dan tahu batasnya. Dulu orang sering bertanya apa yang membuat Valentino Rossi begitu hebat, jawabannya adalah feeling terhadap ban depan,” lanjut Hodgson.
Kemampuan tersebut terlihat jelas ketika Acosta berhasil melewati Marc Marquez dalam duel perebutan posisi podium bersama Jorge Martin. Ia memulai balapan dari posisi keenam, lalu secara bertahap menyalip rivalnya dengan manuver presisi.
Penampilan impresif itu juga menjawab kritik yang sempat muncul dari Enea Bastianini, yang sebelumnya meminta KTM tidak terlalu fokus mengembangkan motor hanya untuk Acosta.
Fakta di lintasan justru menunjukkan alasan kuat mengapa KTM menjadikannya pusat proyek mereka. Brad Binder sebagai pembalap KTM terdekat hanya finis ketujuh, sementara Bastianini sendiri berada di luar 10 besar.
MotoGP 2026 memang baru berjalan satu seri, tetapi sinyal bahaya sudah dikirimkan Acosta kepada para rivalnya. Jika konsistensi ini berlanjut, bukan tidak mungkin nama sang rookie akan benar benar masuk dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.
Artikel Tag: Valentino Rossi, ktm, MotoGP Thailand, Pedro Acosta, MotoGP 2026