Kanal

Airion Simmons Dihukum Seumur Hidup dalam Kasus Pengaturan Skor di NCAA

Penulis: Hanif Rusli
17 Mei 2026, 06:38 WIB

Airion Simmons dituduh bekerja sama dengan seorang rekan setim dan seorang penjudi untuk sengaja kalah dalam pertandingan pada Maret 2024 demi mendapatkan bayaran. (Foto: AP)

Mantan pemain basket putra Abilene Christian University, Airion Simmons, dijatuhi larangan permanen oleh NCAA setelah diduga terlibat dalam skema pengaturan pertandingan untuk kepentingan taruhan olahraga.

Keputusan tersebut diumumkan NCAA melalui Division I Committee on Infractions pada Jumat (15/5) waktu setempat.

Simmons dituduh bekerja sama dengan seorang rekan setim dan seorang penjudi untuk sengaja kalah dalam pertandingan pada Maret 2024 demi mendapatkan bayaran.

Menurut hasil investigasi NCAA, Simmons juga mengaku dihubungi penjudi lain pada Desember 2025 terkait rencana serupa untuk mengatur hasil pertandingan dengan imbalan uang.

Kasus ini menjadi bagian dari penyelidikan besar yang dilakukan jaksa federal di Pennsylvania.

Pada Januari lalu, Airion Simmons bersama dua penjudi masuk dalam dakwaan federal yang mencakup tuduhan penyuapan, penipuan, dan konspirasi.

Jaksa menyebut skema point-shaving tersebut melibatkan penjudi yang merekrut pemain dengan janji pembayaran besar agar mereka sengaja tampil buruk dalam pertandingan.

Para pelaku kemudian memasang taruhan melawan tim pemain tersebut demi memperoleh keuntungan dari sportsbook dan petaruh lain.

Dalam praktiknya, beberapa pemain disebut mengajak rekan setim untuk ikut bekerja sama, baik dengan bermain buruk, sengaja duduk di bangku cadangan, maupun menghindari memberi bola kepada pemain yang tidak terlibat dalam skema tersebut.

Namun, otoritas juga menyebut beberapa upaya pengaturan pertandingan gagal sehingga para pelaku kehilangan uang taruhan mereka.

Kasus Airion Simmons mulai terungkap setelah seorang mantan atlet basket Abilene Christian melaporkan dugaan pelanggaran pada September 2025.

Atlet tersebut, yang kemudian pindah dari program basket kampus itu, mengatakan Simmons dan seorang rekan setim pernah mencoba mengajaknya sengaja kalah dalam pertandingan demi uang.

Laporan itu menyebut atlet tersebut kemudian menerima panggilan FaceTime yang melibatkan Simmons, rekan setimnya, dan seorang penjudi.

Dalam percakapan itu, penjudi meminta mereka mengatur hasil pertandingan demi keuntungan taruhan.

Atlet yang melaporkan kasus tersebut mengaku saat dirinya masuk ke pertandingan, hasil akhir laga praktis sudah ditentukan sehingga performanya tidak memengaruhi hasil pertandingan.

Simmons juga mengatakan kepada penyidik NCAA bahwa dirinya memberi tahu penjudi soal cedera tangan yang dialaminya dan status tampilnya yang belum pasti.

Ia juga mengungkapkan seorang rekan setim lain tidak akan bermain dalam laga tersebut.

Menurut NCAA, Simmons ditawari uang sebesar 3.500 dolar AS untuk “bermain buruk” dalam pertandingan itu. Ia kemudian hanya tampil selama 11 menit sebelum keluar akibat cedera tangan.

Dalam pengakuannya kepada penyidik, Simmons mengatakan dirinya menerima uang tunai di sebuah area parkir di Dallas setelah pertandingan berlangsung.

NCAA menyebut Simmons tidak membagikan uang tersebut kepada rekan setim lain yang ikut terlibat.

Meski sempat bersedia diwawancarai penyelidik NCAA, Simmons menolak mengikuti proses lanjutan kasus tersebut.

Airion Simmons menjadi atlet terbaru yang kehilangan kelayakan bermain akibat kasus point-shaving.

Bulan lalu, dua mantan pemain basket Fordham University juga dijatuhi larangan permanen oleh NCAA dalam kasus serupa.

Artikel Tag: judi, NCAA

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru