Agit Kabayel Tegaskan Tak Takut Hadapi Moses Itauma
Moses Itauma dan Agit Kabayel
Berita Tinju - Juara dunia WBC kelas berat, Agit Kabayel, menegaskan kesiapannya menghadapi siapa pun yang berhak menantangnya, termasuk petinju muda berbakat Moses Itauma.
Nama Itauma belakangan menjadi sorotan setelah mencatat kemenangan impresif atas Jermaine Franklin pada Maret lalu. Petinju berusia 21 tahun itu menghentikan Franklin pada ronde kelima dan kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu calon bintang masa depan di divisi kelas berat.
Kini Itauma dijadwalkan menghadapi ujian terberat dalam karier profesionalnya saat bertemu Filip Hrgovic di O2 Arena, London, pada 29 Agustus. Pertarungan tersebut diyakini menjadi tolok ukur untuk mengetahui apakah Itauma benar benar sudah siap bersaing di level elite.
Hrgovic sendiri bukan lawan sembarangan. Petinju asal Kroasia itu pernah memberikan perlawanan sengit kepada Daniel Dubois dan Zhilei Zhang. Meski kalah dari Dubois melalui technical knockout pada ronde kedelapan pada Juni 2024, Hrgovic tetap dinilai sebagai salah satu petinju kelas berat paling berpengalaman.
Di sisi lain, jadwal duel melawan Hrgovic masih berpotensi berubah. Itauma juga mendapat peluang menjalani perebutan gelar juara dunia IBF melawan Frank Sanchez setelah Oleksandr Usyk melepaskan sabuk juaranya. Federasi Tinju Internasional memberikan waktu kepada kedua kubu hingga 29 Juli untuk mencapai kesepakatan.
Apa pun lawan berikutnya, peluang Itauma untuk memperebutkan gelar dunia kini semakin terbuka. Jika berhasil menjadi juara atau terus meraih kemenangan, bukan tidak mungkin ia akan bertemu Kabayel dalam duel unifikasi pada masa mendatang.
Menanggapi kemungkinan tersebut, Kabayel menegaskan dirinya tidak memiliki alasan untuk menghindari siapa pun.
"Bagi saya tidak ada masalah. Saya siap bertarung melawan siapa saja. Saat penantang nomor satu sudah siap, saya juga siap menghadapinya," ujar Kabayel kepada Ring Magazine.
Petinju asal Jerman itu juga membuka peluang menjalani duel penyatuan gelar apabila kesempatan tersebut datang.
"Kalau nanti ada kesempatan memperebutkan sabuk lain, seperti WBA atau WBO, tentu kami akan mewujudkan pertarungan unifikasi," katanya.
Agit Kabayel sendiri baru saja resmi menyandang status juara dunia penuh WBC setelah Oleksandr Usyk memutuskan mengosongkan sabuk juaranya. Keputusan itu membuat Kabayel yang sebelumnya berstatus juara interim naik menjadi pemegang gelar utama dan kini menjadi salah satu target utama para petinju elite di divisi kelas berat.
Artikel Tag: WBC, Unifikasi, Heavyweight, Filip Hrgovic, Agit Kabayel