Kanal

Agit Kabayel Akan Pertahankan Gelar WBC di Kandang Sendiri

Penulis: Abdi Ardiansyah
13 Sep 2026, 14:06 WIB

Agit Kabayel

Berita Tinju - Agit Kabayel bersiap memasuki babak baru dalam kariernya setelah resmi menjadi juara dunia WBC kelas berat. Petinju berusia 33 tahun tersebut kini dijadwalkan menjalani pertahanan pertama gelarnya pada November di Jerman.

Kabayel sebelumnya masih berstatus juara interim WBC ketika tampil di tanah kelahirannya pada Januari. Ia mempertahankan sabuk tersebut dengan menghentikan Damian Knyba pada ronde ketiga.

Knyba kemudian membuat kejutan dengan mengalahkan mantan juara dunia Andy Ruiz Jr melalui keputusan juri. Namun, kemenangan tersebut tidak mengubah posisi Kabayel yang kemudian mendapatkan status sebagai juara dunia penuh.

Sebelum mencapai posisi tersebut, Kabayel membangun reputasinya melalui serangkaian kemenangan impresif. Ia berhasil menghentikan Arslanbek Makhmudov, Frank Sanchez, dan Zhilei Zhang secara beruntun.

Ketiga kemenangan tersebut menjadi semakin istimewa karena Kabayel mampu menghentikan lawan lawannya melalui serangan ke tubuh. Kemampuan tersebut menjadi salah satu ciri khas petinju asal Jerman keturunan Kurdi itu.

Kabayel kemudian naik status menjadi juara dunia WBC setelah Oleksandr Usyk melepaskan tiga gelar utama yang sebelumnya dimilikinya. Sejak saat itu, sejumlah nama mulai dikaitkan sebagai calon lawan Kabayel, termasuk juara WBA Murat Gassiev.

Namun, rencana tersebut kini mengarah kepada pertarungan melawan Nelson Hysa. Petinju Albania tersebut baru saja mencatat kemenangan atas Thomas Narmo dengan penghentian pada ronde kedua.

Pertarungan itu berlangsung dalam kartu yang sama dengan duel Moses Itauma melawan Filip Hrgovic. Setelah kemenangan tersebut, Hysa bahkan terlihat mendatangi Kabayel di sisi ring dan menunjukkan keinginannya untuk menghadapi sang juara.

Kini, peluang pertarungan tersebut semakin terbuka. Jurnalis senior Dan Rafael melaporkan bahwa Agit Kabayel dan Nelson Hysa berpotensi bertemu pada November dalam pertunjukan Queensberry di Jerman.

Hysa bukan lawan sembarangan. Petinju Albania tersebut memiliki rekor sempurna dengan 25 kemenangan dari 25 pertarungan profesional, termasuk 23 kemenangan melalui KO.

Pertarungan di Jerman juga berpotensi memberikan atmosfer menarik. Kabayel dikenal memiliki basis pendukung kuat di negaranya dan sebelumnya berhasil menarik banyak penonton ketika tampil dalam pertunjukan Frank Warren pada Januari.

Di sisi lain, Hysa juga dikenal selalu mendapat dukungan besar dari komunitas Albania setiap kali bertanding di Inggris maupun berbagai negara Eropa.

Jika pertarungan tersebut benar benar terwujud, Agit Kabayel akan menghadapi ujian penting dalam mempertahankan statusnya sebagai juara dunia. Sementara bagi Hysa, duel tersebut menjadi kesempatan terbesar dalam kariernya untuk merebut gelar WBC kelas berat.

Artikel Tag: WBC, Heavyweight, Filip Hrgovic, Agit Kabayel

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru