Adam Scott Rayakan Rekor 100 Turnamen Major Beruntun di US Open 2026
Adam Scott dipastikan mencatatkan 100 penampilan beruntun di turnamen major, sebuah pencapaian yang sebelumnya hanya pernah diraih legenda golf Jack Nicklaus. (Foto: Golf Digest)
Adam Scott menorehkan tonggak penting dalam kariernya saat memulai putaran pertama US Open 2026 di Shinnecock Hills Golf Club, Kamis ini.
Pegolf asal Australia itu dipastikan mencatatkan 100 penampilan beruntun di turnamen major, sebuah pencapaian yang sebelumnya hanya pernah diraih legenda golf Jack Nicklaus.
Meski demikian, Scott menegaskan rekor tersebut bukanlah target yang sejak awal ingin ia kejar.
Menurut juara Masters 2013 itu, setiap kali tampil di turnamen major, fokus utamanya selalu untuk bersaing memperebutkan gelar, bukan sekadar mempertahankan catatan keikutsertaan.
"Saya sempat merasa sulit merefleksikan pencapaian seperti ini ketika masih aktif bermain. Biasanya saya baru akan melihat kembali perjalanan karier setelah semuanya selesai. Namun, dalam beberapa hari terakhir, saya benar-benar merasakan arti pencapaian ini, terutama karena banyak orang terdekat, sponsor, dan rekan yang memberikan apresiasi," ujar Scott.
Adam Scott menjadi pegolf kedua dalam sejarah yang mencapai 100 start mayor secara beruntun setelah Nicklaus, yang mencatatkan 146 penampilan berturut-turut sejak 1962 hingga US Open 1998.
Meski demikian, Scott mengaku tidak memiliki ambisi mengejar rekor tersebut mengingat usianya yang akan menginjak 46 tahun bulan depan.
"Saya sempat berfoto bersama Jack Nicklaus di Memorial Tournament beberapa pekan lalu. Dia adalah satu-satunya orang lain yang pernah mencapai 100 penampilan beruntun, bahkan melampauinya jauh. Saya bahkan tidak bisa membayangkan masih bermain di turnamen mayor selama 11 atau 12 tahun lagi," katanya.
Adam Scott mengakui pencapaian tersebut mulai menjadi perhatian pribadinya sejak US Open 2024 di Pinehurst.
Saat itu ia awalnya belum lolos secara otomatis, tetapi akhirnya masuk ke daftar peserta setelah menggantikan Grayson Murray yang meninggal dunia.
Pengalaman itu membuatnya semakin termotivasi menjaga posisi di peringkat dunia agar tetap dapat tampil di seluruh turnamen mayor.
Awal tahun ini, ia kembali merasakan tekanan karena belum memastikan tempat di US Open.
Scott akhirnya mengamankan tiket setelah berhasil bertahan di dalam 60 besar peringkat dunia usai Cadillac Championship pada awal Mei.
Meski usianya tidak lagi muda, Scott masih mampu bersaing di level tertinggi. Pada US Open tahun lalu di Oakmont, ia finis di posisi ke-12 bersama.
Pengalaman tampil di Shinnecock Hills pada edisi 2004 dan 2018 juga menjadi modal penting menghadapi tantangan lapangan yang dikenal sangat dipengaruhi kondisi angin.
Menurut Scott, tantangan terbesar di Shinnecock bukan hanya panjang atau tingkat kesulitan lapangan, melainkan kemampuan pemain mengendalikan permainan di sekitar green dan mengambil keputusan ketika menghadapi situasi yang tidak direncanakan.
Adam Scott menilai kunci utama di balik kemampuannya menjaga performa selama seperempat abad adalah fokus.
Baginya, mempertahankan konsentrasi, kebugaran, dan kualitas permainan di level elite dari tahun ke tahun jauh lebih sulit dibandingkan sekadar tampil di setiap turnamen major.
Artikel Tag: US Open, Adam Scott, PGA tour