Kanal

Abass Baraou Sukses Kalahkan Giovani Santillan lewat Keputusan Mayoritas

Penulis: Hanif Rusli
13 Sep 2026, 12:22 WIB

Abass Baraou (kiri) yang memiliki keunggulan fisik tampil lebih aktif dan terus menekan lawannya sejak awal. (Foto: Fight TV)

Abass Baraou membuktikan kualitasnya sebagai petinju level dunia dengan mengendalikan tempo dan mengalahkan Giovani Santillan melalui keputusan mayoritas dalam pertarungan 10 ronde kelas menengah junior di Frontwave Arena, Jumat (11/9).

Duel tersebut menjadi partai utama kartu pertandingan ProBox TV.

Mantan juara WBA kelas 69,9 kilogram itu menang dengan skor 97-93 dan 96-94 dari dua juri, sementara satu juri lainnya memberikan skor imbang 95-95.

Baraou (18-2, 9 KO) dinilai layak memenangkan pertarungan sengit tersebut atas Santillan (35-2, 18 KO). Santillan bahkan bertepuk tangan ringan ketika Baraou dinyatakan sebagai pemenang.

Menurut statistik pukulan tidak resmi CompuBox, Baraou mendaratkan 148 dari 541 pukulan yang dilepaskan, sedangkan Santillan hanya mengenai sasaran 92 kali dari 381 percobaan.

Baraou yang memiliki keunggulan fisik tampil lebih aktif dan terus menekan sejak awal.

Petinju asal Jerman itu memaksa Santillan bertarung sesuai ritmenya, sembari mencuri poin melalui pukulan-pukulan yang terlihat jelas.

Santillan, petinju southpaw yang lahir dan besar di San Diego, mendapat kesempatan tampil di laga utama di wilayahnya.

Ia memberikan perlawanan solid, tetapi kembali gagal meraih kemenangan dalam pertarungan besar.

Kekalahan tersebut mengingatkan pada laga kandangnya pada Mei 2024 ketika ia dihentikan Brian Norman Jr. dalam perebutan gelar interim WBO kelas welter.

Baraou dan Santillan sebelumnya tampil dalam kartu pertandingan yang sama di Puerto Rico pada 31 Januari, tetapi menghadapi situasi berbeda.

Abass Baraou, 31 tahun dan menempati peringkat kesembilan The Ring di kelas 69,9 kilogram, kehilangan gelar dalam pertarungan unifikasi melawan Xander Zayas.

Sementara itu, Santillan meraih kemenangan angka mutlak atas Courtney Pennington dalam 10 ronde.

Baraou menunjukkan sejak ronde pertama bahwa pengalamannya akan menjadi tantangan besar bagi Santillan.

Ia tampak menguasai empat ronde pembuka, meski pertarungan berlangsung ketat.

Santillan kemudian meningkatkan tekanan pada ronde kelima. Ia berusaha meredam Baraou dan membuatnya mundur melalui kombinasi straight left dan hook kanan.

Namun, Baraou mampu merespons dengan rangkaian kombinasi pukulan.

Baraou kembali mengendalikan pertarungan pada ronde keenam dan unggul tipis berkat aktivitasnya yang lebih tinggi.

Pada ronde ketujuh, Santillan memilih bertukar pukulan di jarak dekat, tetapi Baraou mampu menyerap serangan tersebut dan membalas dengan pukulan-pukulan terarah ke tubuh.

Pelatih Santillan, Robert Garcia, meminta petinjunya menemukan cara untuk memenangi ronde-ronde terakhir. Namun, Baraou terus melepaskan pukulan dan bekerja lebih efektif hingga bel akhir berbunyi.

Kekalahan itu menghentikan tiga kemenangan beruntun Santillan setelah satu-satunya kekalahan sebelumnya dari Norman.

Bagi Abass Baraou, kemenangan ini mengakhiri penantian 13 bulan untuk kembali ke kolom kemenangan.

Baraou kini terikat dengan Top Rank dan berpeluang tetap berada dalam persaingan kelas 69,9 kilogram yang menjadi salah satu divisi terdalam di tinju.

Ia sebelumnya menjadi juara penuh WBA setelah Terence Crawford meninggalkan divisi tersebut, tetapi kemudian kehilangan gelar kepada Zayas.

Artikel Tag: Xander Zayas

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru