Victoria Azarenka Berdamai Dengan Dirinya Sendiri Dan Lapangan Merah

Penulis: Dian Megane
Minggu 27 Sep 2020, 14:30 WIB
Victoria Azarenka siap berkompetisi di French Open 2020

Victoria Azarenka menantikan untuk kembali beraksi di clay-court

Berita Tenis: Empat musim telah berlalu sejak Victoria Azarenka terakhir kali melangkahkan kaki ke perempatfinal Grand Slam. Ia belum menembus pekan kedua Grand Slam sejak kembali berkompetisi di turnamen WTA dua musim lalu.

Masalah di luar lapangan menahan langkah petenis berkebangsaan Belarusia untuk mengawali musim 2020 sehingga Australian Open musim ini pun harus ia lewatkan. Tetapi selama turnamen tenis vakum akibat pandemi COVID-19, ia menyadari perubahan yang sebenarnya.

“Saya bisa mengatakan bahwa dalam beberapa musim terakhir, saya mendapatkan banyak peluang untuk menguji kekuatan mental saya. Saya merasa bahwa saya bisa mengatasinya dengan benar-benar baik di luar lapangan, lalu di atas lapangan lebih menyulitkan saya,” papar Azarenka.

“Terkadang, anda hanya tidak bisa menangani semua tekanan yang mendatangi anda. Saya merasa mungkin di sekitar Juni ketika saya mulai merasakan melakukan beberapa hal baru dalam mengatasi beberapa situasi.”

“Setelah itu saya mulai memahami dan merasakan diri saya sendiri dengan lebih baik di sekitar bulan Juni atau akhir Juni.”

Hal tersebut terlihat ketika ia berhasil memenangkan gelar Cincinnati Open (Western & Southern Open) beberapa pekan lalu sebelum melaju ke final Grand Slam pertama dalam tujuh musim terakhir ditambah kemenangan atas Serena Williams di US Open yang menjadi pembalasan kekalahannya dari Williams di final US Open musim 2012 dan 2013.

Petenis berkebangsaan Belarusia tersebut belum pernah mengalahkan Williams dari 10 pertemuan sebelumnya.

“Terkejut? Tidak, karena saya tidak melihatnya seperti itu. Hasil adalah konfirmasi dari kerja keras,” tambah Azarenka.

“Saya pikir hal yang membuat saya bangga, bukan terkejut, adalah bahwa saya bisa mempertahankan level tinggi yang pernah saya capai sebelumnya dan bahkan peningkatan dari hal itu.”

“Itu hal yang paling penting bagi saya. Tenis di atas lapangan adalah bonus. Cara saya merasakan diri saya sendiri, perasaan saya di luar lapangan, itu adalah momen sebenarnya yang benar-benar saya banggakan.”

Kalah tiga set dari Naomi Osaka - petenis yang mengalahkannya di babak kedua French Open musim lallu - di final US Open musim ini tidak membuat performa petenis berkebangsaan Belarusia merosot ketika melakukan transisi ke lapangan merah, terutama jelang French Open musim ini.

Kemenangan atas Venus Williams dan Sofia Kenin ia kantongi di Italian Open, Roma pekan lalu sebelum memperlihatkan rasa empati kepada lawannya, Daria Kasatkina yang terpaksa mundur dari laga babak ketiga mereka karena cedera.

Kekalahan dari Garbine Muguruza di perempatfinal Italian Open hanya melembutkan hubungan Azarenka dengan lapangan yang selama ini cukup membuatnya kewalahan.

“Saya merasa, terutama sejak musim lalu, bahwa saya akhirnya mulai menemukan ritme permainan saya, menikmati diri saya bermain di clay-court, meluncur, daripada menyumpahi clay-court tiap kali saya bermain di atasnya,” aku Azarenka yang akan mengawali French Open muism ini dengan menghadapi Danka Kovinic.

“Saya sebenarnya menantikan untuk bermain di clay-court. Saya merasa saya bisa menikmati dan menyesuaikan diri dengan lebih baik. Musim kedua saya bisa menikmatinya setelah 16 musim berkiprah di dunia tenis. Sudah waktunya bagi saya melakukan perubahan besar di clay-court.”

Artikel Tag: Tenis, French Open, US Open, Victoria Azarenka

616  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini