Usai Terayun Untuk Terakhir, Raket Roger Federer Terjatuh Dalam Kesunyian

Penulis: Dian Megane
Sabtu 24 Sep 2022, 18:15 WIB
Roger Federer ucapkan salam perpisahan usai lakoni laga ini di Laver Cup

Roger Federer dan Rafael Nadal kembali menyatukan kekuatan untuk lakoni laga nomor ganda di Laver Cup 2022

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Dengan perhatian dunia tertuju padanya, tirai pun menutup karier bersejarah Roger Federer di Laver Cup musim 2022 yang digelar di O2 Arena, London.

Di hadapan para penonton yang antusias, petenis berkebangsaan Swiss satu tim dengan musuh bebuyutan sekaligus teman baiknya, Rafael Nadal untuk melakoni laga pamungkas dalam kariernya di Laver Cup.

Mantan petenis peringkat 1 dunia tampak tajam di area net dan ia tampak tidak kesulitan untuk menembakkan groundstroke membelah lapangan di sepanjang laga yang bertahan selama 2 jam 16 menit. Tetapi, pada akhirnya ia tidak bisa mengklaim kemenangan ke-1.382 dalam kariernya di nomor tunggal maupun ganda dan kalah dari Tim Dunia yang diperkuat Jack Sock dan Frances Tiafoe.

Tim Dunia yang diwakili duo AS bangkit setelah tertinggal dengan satu set demi membungkam duo legendaris dengan 4-6, 7-6, 11-9, sehingga kedudukan antara Tim Eropa dan Tim Dunia di Laver Cup musim ini imbang dengan 2-2.

“Kita akan melalui ini, bukan?” ungkap Federer dengan suara sedikit tercekat selama wawancara di atas lapangan.

“Saya merasa senang, saya tidak sedih. Sungguh luar biasa bisa berada di sini dan saya menikmati menalikan tali sepatu saya satu kali lagi. Semua hal adalah hal terakhir. Pertandingannya luar biasa, saya tidak bisa merasa lebih senang. Ini sungguh mengagumkan.”

Petenis berusia 41 tahun mengatasi emosi setelah pertandingan, memeluk rekan setimnya, Nadal, dan melambai kepada para penonton sambil menerima sorakan kekaguman dari para penggemar untuk terakhir kali.

Ia lalu berjalan ke kursinya untuk terakhir kali, di mana ia berdiri bersama rekan setimnya. Ia tidak mampu menahan emosi melalui situasi tersebut dan air mata pun berlinang ketika ia membagikan kata-kata terakhir yang penuh rasa terima kasih dan rasa syukur kepada keluarga, tim, dan pendukungnya.

“Bermain bersama Rafa di tim yang saya dan mendapati kalian, semua orang di ini, semua legenda – Rocket, Edberg, Stefan – terima kasih,” tutur Federer yang didampingi orang tua, istri, dan keempat anaknya di lapangan.

“Saya tidak ingin merasa kesepian di sini. Terasa sedikit sepi ketika mereka mengatakan saya untuk keluar dari lapangan. Tetapi untuk mengatakan sampai jumpa kepada tim, saya selalu merasa bahwa saya adalah pemain tim dalam hati saya. Nomor tunggal tidak seperti itu, tetapi saya mendapati tim yang bepergian bersama saya ke seluruh penjuru dunia. Sungguh mengagumkan bersama mereka, jadi, terima kasih kepada semua orang yang membuat semua ini bekerja dengan baik selama bermusim-musim.”

“Dan tentu satu tim bersama Andy, Thomas, Novak, Matteo, Cam, Stefanos, Rafa, dan Casper, dan juga tim lain, kalian semua luar biasa. Sungguh menenangkan melakoni Laver Cup ini. Ini terasa seperti perayaan bagi saya. Saya ingin merasa ini seperti akhir, dan itu hal yang saya harapkan, jadi, terima kasih.”

Mantan petenis peringkat 1 dunia meninggalkan dunia tenis sebagai seorang legenda. Ia telah memenangkan 103 gelar dan menghabiskan 310 pekan sebagai petenis peringkat 1 dunia. Ia pertama kali menghadapi Nadal di Miami musim 2004 dan sejak saat itu mereka telah bertemu sebanyak 39 kali.

Membangun hubungan istimewa, terasa tepat bagi Federer mengakhiri kariernya didampingi anggota Empat Besar yakni Nadal, Novak Djokovic, dan Andy Murray yang juga mendukung di sisi lapangan.

Pada laga yang menghibur, dua bintang tenis bermain dengan penuh semangat, tersenyum, dan menghibur para penonton dengan pukulan mereka yang dinamis. Di game ketiga set pertama, petenis berkebangsaan Swiss bahkan menembakkan forehand yang bolanya melalui celah kecil di net. Meskipun Tim Dunia yang mendapatkan poin di game tersebut, duo Swiss dan Spanyol tetap tersenyum sambil kembali ke area baseline.

Dengan dukungan penonton, Federer dan Nadal bermain dengan bebas dan menyamai intensitas duo AS untuk memenangkan set pertama. Setelah Sock dan Tiafoe memenangkan set kedua, babak tiebreak menjadi penentu laga terakhir petenis berkebangsaan Swiss. Di babak tersebut, duo AS menjadi tim yang menemukan celah dan setelah mengamankan peluang match point pada kedudukan 8/9, mereka mengklaim kemenangan bagi Tim Dunia.

Artikel Tag: Tenis, Laver Cup, Roger Federer, Rafael Nadal

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/usai-terayun-untuk-terakhir-raket-roger-federer-terjatuh-dalam-kesunyian
699  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini