Terhenti Di Babak Ketiga Wimbledon, Andy Murray Tetap Berpikir Positif

Penulis: Dian Megane
Sabtu 03 Jul 2021, 17:55 WIB
Reaksi Andy Murray usai kalah di babak ketiga Wimbledon 2021

Andy Murray kalah dari Denis Shapovalov di Wimbledon 2021 dengan tiga set langsung

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Andy Murray merasa kecewa setelah memenangkan hanya delapan game melawan petenis unggulan kesepuluh, Denis Shapovalov di babak ketiga Wimbledon musim 2021.

Mantan petenis peringkat 1 dunia berjuang cukup keras untuk menemukan performa terbaik setelah menjalani operasi pinggul pada musim 2019, tetapi ia masih jauh dari level permainan yang mengantarkannya memenangkan dua gelar Wimbledon.

“Ada bagian dari diri saya yang merasa bahwa saya telah berlatih begitu keras dalam tiga bulan terakhir dan pada akhirnya saya tidak bermain dengan permainan yang saya inginkan dan harapkan,” ungkap Murray.

Kekalahan pahit melawan salah satu petenis muda dinamis saat ini menjadi momen yang menyedihkan bagi mantan petenis peringkat 1 dunia. Cukup sulit bagi petenis berusia 34 tahun untuk menerima level permainannya saat ini, mengetahui bagaimana rasanya tampil dengan performa terbaik, terutama di lapangan utama Wimbledon, tempat ia menciptakan momen-momen penuh keajaiban yang akan didiskusikan selama beberapa generasi. Ia mengetahui tombol mana yang harus ditekan, tetapi saat ini, remote tersebut tidak meresponnya dengan baik.

Akan tetapi, ada banyak hal positif bagi petenis berkebangsaan Inggris yang bisa diambil dari Wimbledon pekan ini setelah ia memenangkan dua pertandingan sengit di nomor tunggal sejak musim 2017. Ia menegaskan setelah kemenangan atas Nikoloz Basilashvili di babak pertama bahwa ia masih terus melangkah maju.

“Saya terus ditanya apakah ini akan menjadi Wimbledon terakhir saya, pertandingan terakhir saya. Saya tidak tahu kenapa saya terus ditanya tentang hal itu,” tambah petenis berkebangsaan Inggris.

“Tidak, saya akan terus bermain. Saya ingin bermain. Saya masih bisa bermain di level tertinggi.”

Mantan petenis peringkat 1 dunia mengakui bahwa salah satu masalah terbesarnya adalah kurang konsisten. Turnamen di London kali ini adalah turnamen nomor tunggal kelimanya pada musim ini dan ia belum memenangkan lebih dari satu pertandingan dari tiga turnamen yang ia lakoni sebelumnya.

“Saya merasa saya bisa bermain dengan lebih baik dan menutup pertandingan dengan lebih apik. Tetapi untuk melakukannya, saya membutuhkan lebih banyak waktu melakoni pertandingan sebenarnya dan di lapangan latihan. Saya belum melakukannya dalam beberapa bulan terakhir,” tutur Murray.

Meski begitu, ada sejumlah hal positif yang bisa ia ambil. Hal yang paling terlihat adalah daya juang ciri khasnya. Meskipun ia menyia-nyiakan keunggulan 5-0 melawan Basilashvili di set ketiga, ia terus berjuang. Hal yang sama ia lakukan ketika tertinggal 1-2 (set) melawan Oscar Otte di babak kedua.

“Dari satu sisi, pekan ini telah menjadi pekan yang positif, tetapi cukup membuat frustasi juga. Saya melakoni dua pertandingan panjang dan itu menjadi hal yang benar-benar signifikan lebih dari apapun setelah saya tidak melakukannya dalam enam bulan terakhir,” aku Murray.

Hal yang lebih penting, petenis yang telah mengantongi tiga gelar Grand Slam, Murray telah melalui tiga laga lima set terbaik dengan tetap sehat. Dalam beberapa musim terakhir, hal tersebut telah menjadi lawan terbesarnya. Tetapi, ia percaya bahwa meskipun gerakannya belum sebaik seperti sebelumnya, ia masih mampu bermain dengan level tinggi.

Artikel Tag: Tenis, wimbledon, Andy Murray, Denis Shapovalov

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/terhenti-di-babak-ketiga-wimbledon-andy-murray-tetap-berpikir-positif
422  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini