Telan Kekalahan Pahit Di Semifinal London, Begini Reaksi Novak Djokovic

Penulis: Dian Megane
Minggu 22 Nov 2020, 11:24 WIB
Novak Djokovic [kiri] masih harus menunggu untuk bisa memenangkan gelar ATP Finals keenam

Novak Djokovic [kiri] kalah dari Dominic Thiem [kanan] di semifinal ATP Finals 2020

Berita Tenis: Lama usai bola terakhir ditembakkan Dominic Thiem di laga epik melawan Novak Djokovic di semifinal ATP Finals, petenis peringkat 1 dunia masih berusaha memahami apa yang direbut darinya.

Petenis peringkat 1 dunia mengincar untuk menjadi petenis kedua yang memenangkan ATP Finals untuk kali keenam dan menyamai pencapaian Roger Federer. Tetapi harapannya kandas di tangan Thiem yang berjuang habis-habisan demi mengklaim kemenangan ketat 7-5, 6-7, 7-6.

Pertarungan epik mereka dimulai dari awal ketika petenis peringkat 1 dunia kehilangan set pertama dan harus mengamankan empat match point demi memaksakan babak tiebreak set kedua.

Bahkan mereka bertarung sengit di set penentu dan bintang tenis Serbia tampak siap melaju ke final ATP Finals kedelapan ketika ia unggul dengan 4/0 di babak tiebreak set penentu.

Namun juara US Open musim 2020, Thiem memiliki ide yang berbeda ketika ia menyambar enam poin secara beruntun sebelum membukukan satu tempat di final turnamen akhir musim untuk kali kedua secara beruntun.

“Maksud saya, apa yang ia lakukan dari kedudukan 0/4 di babak tiebreak set ketiga seperti tidak nyata,” aku Djokovic dengan sedikit tercekat.

“Saya tidak berpikir bahwa saya bermain dengan buruk. Sebenarnya, saya berhasil memasukkan semua servis pertama saya, 4/1, 4/2, 4/5, 4/6, saya berhasil melakukannya.”

Namun masalahnya bukan bukan apa yang dilakukan atau tidak dilakukan juara Australian Open musim 2020. Thiem tampak menemukan level permainan lain ketika berada di bawah tekanan, mengarahkan backhand menjadi winner, dan membuat lawan berlarian dari satu sudut ke sudut lainnya.

“Ya, apa yang bisa anda lakukan? Saya unggul dengan 4/0, saya pikir saya sudah begitu dekat untuk memenangkannya, tetapi ia merebutnya dari saya. Tetapi ia pantas mendapatkannya, karena ia berjuang habis-habisan dan semua bekerja dengan baik baginya,” jelas Djokovic.

“Ia bermain dengan permainan yang tepat dari kedudukan 0/4. Saya sebenarnya tidak bermain dengan buruk di poin manapun setelah 0/4. Saya mengembalikan bolanya, saya tidak terburu-buru, tetapi ia memukulnya dengan sangat keras dan bermain dengan luar biasa.”

Laga tersebut merupakan laga epik bagi petenis berkebangsaan Serbia yang mengucapkan selamat tinggal pada O2 Arena, London, tempat di mana ia mengklaim gelar ATP Finals empat kali secara beruntun (2012 – 2015, termasuk pada musim 2008 di Shanghai).

Namun, ia kini menantikan musim mendatang dan peluang untuk menambah koleksi gelar ATP Finals ketika turnamen akhir musim tersebut digelar di venue baru yang berlokasi di Turin pada musim 2021.

“Saya tidak begitu senang bahwa musim ini berakhir. Saya merasa kecewa menyelesaikan musim ini dengan kekalahan seperti ini. Tetapi di waktu yang sama, saya menikmati berkompetisi, melakukan perjalanan, dan hal yang saya cintai. Kita lihat apa yang akan terjadi pada musim 2021,” timpal Djokovic.

Artikel Tag: Tenis, ATP Finals, Novak Djokovic, Dominic Thiem

834  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini