banner babe

Stefanos Tsitsipas: Dari Milan Menuju London

Penulis: Dian Megane
Senin 18 Nov 2019, 23:49 WIB
Stefanos Tsitsipas: Dari Milan Menuju London

[dari kiri ke kanan] Stefanos Tsitsipas; ayah Tsitsipas, Apostolos; Patrick Mouratoglou

Berita Tenis: Dua musim lalu, petenis muda Yunani, Stefanos Tsitsipas berada di luar edisi perdana Next Gen ATP Finals di Milan dan hadir di sana sebagai petenis pengganti.

Musim lalu, Tsitsipas berhasil mengklaim gelar di Milan tersebut. Tetapi sementara ia merasa senang bisa mengklaim gelar tersebut, ia ingin lebih meningkatkan dirinya lebih daripada itu.

“Saya ingin merasa prima dan memasuki musim 2019 dengan lebih kuat dan lebih baik. Hanya menjadi Stefanos yang lebih baik daripada musim 2018,” aku Tsitsipas.

Lebih baik menjadi hal yang memperlihatkan bagaimana performa petenis berusia 21 tahun, Tsitsipas di musim ini. Ia menutup musim 2019 yang gemilang dengan gelar terbesar dalam kariernya untuk saat ini ketika ia mengklaim gelar ATP Finals.

“Saya tiba dengan penuh percaya diri di Next Gen ATP Finals 2018, mengetahui bahwa saya salah satu petenis terbaik dan saya bisa bermain dengan benar-benar apik. Pulang dengan gelarnya, saya merasa sangat bersemangat memasuki musim baru, karena saya mengalahkan para generasi muda terbaik di dunia tenis. Saya pikir hal itu memberi saya suntikan kepercayaan diri yang luar biasa,” papar Tsitsipas.

Tsitsipas telah menyatakan dalam beberapa kesempatan bahwa salah satu mimpinya adalah berkompetisi di ATP Finals melawan petenis terbaik dunia. Setelah mengalahkan petenis peringkat 1 dunia saat itu, Novak Djokovic di Shanghai Masters bulan lalu, jurnalis memberi tahu Tsitsipas bahwa ia terkualifikasi menuju ATP Finals. Reaksinya saat itu sangat epik.

“Pertama-tama, saya sangat senang bisa menjadi bagian dari ATP Finals. Bagi saya, hal itu saja sudah menjadi hal besar,” lanjut Tsitsipas.

“Sekarang setelah saya menjadi juara, saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Sejujurnya, saya tidak merasakan apapun, karena ada terlalu banyak emosi untuk merasakan sesuatu.”

“Saya ingat ketika saya menyaksikan turnamen ini di televisi dan berpikir, para petenis itu telah melakukan usaha yang luar biasa untuk bisa bermain di turnamen akhir musim itu. Dan sekarang saya berada di posisi sebagai juara, jadi, rasanya benar-benar mengagumkan.”

Kemenangan Tsitsipas di partai puncak menjadi hal yang istimewa dengan melawan Thiem, karena tiga musim lalu, ia menjadi partner latihan Thiem di turnamen yang sama. Saat itu, Tsitsipas merupakan petenis peringkat 1 dunia dalam kategori junior.

“Sungguh tidak bisa dipercaya. Saya baru mengingatnya. Pertama kali saya bertemu Dominic ketika saya datang sebagai partner latihannya dan saat itu saya menghuni peringkat 1 dunia kategori junior. Saya diundang pihak ITF untuk datang dan menjadi partner latihannya di sini, di turnamen ini,” timpal Tsitispas.

“Sungguh luar biasa, bukan? Sekarang kami berhadapan satu sama lain di partai puncak. Luar biasa. fantastik. Saya pikir musim itu (2016) ia tidak bermain dengan begitu baik, tetapi ia terus datang ke turnamen ini setiap musimnya, hal yang membuat saya menghormatinya dengan semua hal yang telah dicapainya selama ini.”

Kesuksesan Tsitsipas tidak dimulai pada musim ini saja. Bahkan sebelum menang di Milan musim lalu, ia berhasil melenggang ke final turnamen Masters 1000 pertama dalam kariernya di Toronto. Tetapi kesuksesannya semakin meningkat pada musim ini setelah mencatatkan sembilan kemenangan melawan petenis peringkat 10 besar, termasuk empat kemenangan pada musim ini.

“Saya merasa permainan saya semakin membaik setiap waktunya dan saya percaya bahwa saya benar-benar telah begitu dekat untuk menjadi juara Grand Slam. Saya tahu itu kata-kata yang sangat kuat untuk diucapkan, tetapi saya merasa saya layak berada di sana,” imbuh Tsitsipas.

“Saya berkompetisi melawan pata petenis terbaik dunia dan dengan semua usaha yang saya lakukan setiap harinya, saya layak mendapatkan hasil gemilang seperti ini.”

Artikel Tag: Tenis, ATP Finals, Next Gen ATP Finals, Stefanos Tsitsipas, Dominic Thiem

544  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini