Simona Halep Tak Lihat Dirinya Jadi Pelatih Usai Pensiun

Penulis: Dian Megane
Minggu 03 Jan 2021, 18:07 WIB
Simona Halep lebih senang bermain tenis daripada menganalisanya

Simona Halep ketika tampil di French Open 2020

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Rumania, Simona Halep saat ini merupakan salah satu petenis putri yang paling diperhitungkan.

Namun, dalam pernyataannya baru-baru ini, petenis berusia 29 tahun mengungkapkan bahwa ia tidak yakin bisa menjadi pelatih yang baik setelah pensiun dari dunia tenis.

Melatih tentunya membutuhkan lebih banyak hal daripada hanya pengetahuan tentang bagaimana caranya melakoni sebuah olahraga. Itulah mengapa petenis peringkat 2 dunia yakin bahwa ia bisa mengajar tenis, tetapi tidak tahu apakah ia bisa melatih dengan cara yang tepat.

“Saya senang berkomunikasi, bahkan jika kadang-kadang saya tidak berkomunikasi dengan cukup baik. Saya bisa menjadi guru yang baik, tetapi saya tidak tahu apakah saya bisa menjadi pelatih yang baik,” aku Halep.

Alasan terbesar yang membuat petenis yang telah memenangkan dua gelar Grand Slam tidak begitu pasti adalah karena ketidaksabarannya. Ia mengakui bahwa ia lebih cocok menjadi petenis daripada seorang pelatih.

“Saya tidak memiliki kesabaran bahkan dengan diri saya sendiri, saya tidak tahu bagaimana saya bisa melakukannya terhadap atlet lain, dan seperti yang telah saya katakan, saya tidak senang untuk menganalisa tenis, saya lebih senang memainkan dan merasakannya,” jelas Halep.

Tanpa perlu dipertanyakan lagi, petenis yang memenangkan gelar Grand Slam pertama di French Open musim 2018, mengetahui jalannya di lapangan tenis. Tetapi di French Open musim 2020, ia menyia-nyiakan peluangnya untuk menjadi petenis peringkat 1 dunia melawan petenis berkebangsaan Polandia, Iga Swiatek yang akhirnya menjadi juara French Open musim 2020.

Menjadi petenis peringkat 1 dunia dan juara Grand Slam datang dengan tumpukan tekanan. Bagi penantangnya, hal tersebut bisa menjadi peluang untuk mengukuhkan namanya di dunia tenis.

“Fakta bahwa anda bertanding melawan petenis yang difavoritkan memberi anda relaksasi. Begitu pun dengan saya. Saya pikir, tekanannya tertumpu kepada petenis yang difavoritkan dan itulah mengapa ia (Swiatek) bisa memenangkannya,” tukas Halep.

Runner up Australian Open musim 2018 tidak senang membuat rencana dalam turnamen. Ia mengakui setiap turnamen seimbang terlepas dari level dari turnamen tersebut.

“Jika anda memikirkan tentang pertandingan selanjutnya, anda mungkin akan kalah sebelumnya,” timpal Halep.

“Semua petenis banyak berlatih dan mereka mengerahkan segalanya di lapangan. Para petenis jauh lebih lengkah dan saya mempertimbangkan pertandingan mana pun menyulitkan dan memiliki peluang yang terbuka.”

Petenis peringkat 2 dunia memilih untuk melewatkan turnamen WTA pertama pada musim 2021 di Abu Dhabi dan akan mengincar gelar Australian Open.

Artikel Tag: Tenis, French Open, australian open, Simona Halep

472  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini