Simona Halep Beberkan Momen Terberat Dalam Kariernya

Penulis: Dian Megane
Rabu 02 Des 2020, 22:25 WIB
Di sepanjang kariernya, Simona Halep tidak bebas cedera

Simona Halep ketika berlaga di French Open 2020

Berita Tenis: Petenis peringkat 2 dunia asal Rumania, Simona Halep telah mengungkapkan momen terberat dalam kariernya sampai saat ini.

Membuka video dokumentari yang ia bagikan melalui Twitter, petenis berkebangsaan Rumania menyatakan bahwa momen tergelapnya di turnamen adalah ketika ia harus menyerah dalam pertandingan akibat cedera.

“Momen terberat dalam karier saya adalah ketika saya harus mundur dari pertandingan karena rasa sakit,” kenang Halep yang sulit untuk mengundurkan diri dari pertandingan yang ia yakini bisa ia menangkan.

“Saya lebih memilih untuk tidak memasuki lapangan daripada memasuki pertandingan, lalu terpaksa harus berhenti.”

Petenis yang telah mengantongi dua gelar Grand Slam mengatakan bahwa ia pada akhirnya harus menyerah karena khawatir akan memperparah cederanya dan mundur dari pertandingan.

“Anda bisa bertanding dengan tingkat rasa sakit level dua dan langsung menjadi level delapan setelah beberapa game. Anda tidak bisa lagi mengontrolnya, tidak bisa menahannya, jadi, anda harus berhenti,” tutur Halep tentang mengapa ia harus berhenti di tengah-tengah pertandingan.

Meski ia harus mendengarkan apa yang dikatakan tubuhnya, ia merasa sedih mundur dari pertandingan dan ia mengatakan, “Rasanya membuat frustasi. Sungguh buruk.”

Dalam perjalanan untuk memulihkan diri, petenis yang musim 2020 mengklaim tiga gelar menyatakan tidak mudah untuk kembali tampil dengan performa terbaik.

“Momen ketika anda harus kembali ke level tertinggi sangatlah berat. Tenis adalah olahraga yang mengorbankan banyak hal,” tambah petenis yang musim ini hanya sampai ke babak keempat French Open.

Merefleksi cedera yang seringkali menyerang para petenis, ia menyatakan bahwa para petenis beresiko merusak tulang punggung mereka dengan melakukan putaran dan manuver di lapangan.

“Putaran yang kami harus kami lakukan dalam tenis sangat beresiko tinggi terhadap tulang punggung, karena anda tidak bisa mengontrol kecepatan ketika anda berputar atau cara anda meregangkan diri agar bisa mencapai bola,” jelas juara French Open musim 2018.

Terkait cedera yang pernah ia alami, ia menyatakan bahwa ia mengalami cedera punggung pertamanya ketika ia menginjak usia 17 tahun.

“Saya mengalami cedera punggung pertama saya ketika saya berusia 17 tahun dan mereka mengatakan kepada saya bahwa saya pasien termuda dengan syaraf terjepit dan cukup serius, sama sekali tidak mudah untuk diatasi,” kenang juara Wimbledon musim 2019.

“Saya telah berlatih kebugaran setiap harinya sejak 2008. Saya harus memperkuat otot-otot saya yang berdekatan dengan tulang belakang saya, sehingga mereka akan menjaga bantalan saya tetap sejajar.”

Dengan gelar French Open dan Wimbledon telah ia genggam, Halep mengincar untuk memenangkan gelar Grand Slam lain ketika ia kembali beraksi di musim yang baru.

Artikel Tag: Tenis, French Open, Simona Halep

524  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini