Sebelum Tenis, Olahraga Ini Adalah Cinta Pertama Fabio Fognini

Penulis: Dian Megane
Selasa 05 Mei 2020, 10:39 WIB
Sebelum Tenis, Olahraga Ini Adalah Cinta Pertama Fabio Fognini

Fabio Fognini

Berita Tenis: Fabio Fognini membicarakan tentang hasratnya terhadap sepak bola dan tantangan mengkombinasikan kehidupan di dunia tenis dan keluarganya dalam sebuah website yang didesain petenis AS, Noah Rubin, Behind to Raquet.

Petenis berkebangsaan Italia, Fognini menyatakan bahwa sepak bola adalah cinta pertamanya, tetapi ia senang bahwa ia mengejar karier di dunia tenis.

“Hasrat pertama saya adalah sepak bola. Ada waktu ketika saya lebih memilih bermain sepak bola daripada tenis, tetapi sulit untuk mengatakan hal itu, ketika tenis saat ini adalah profesi, bukan olahraga. Sepak bola adalah olahraga favorit saya dan saya menyaksikannya sebanyak mungkin. Ketika saya lebih muda, saya memutuskan tenis adalah hal yang tepat bagi saya. Sepak bola mengagumkan, tetapi tenis memberi tanggung jawab yang saya inginkan. Jika saya kalah, itu semua karena saya seperti ketika saya menang,” jelas Fognini.

Fognini juga mengatakan bahwa ia merindukan keluarga, rumah, dan teman-temannya selam periode ketika ia melakukan perjalanan ke seluruh penjuru dunia untuk berkompetisi di turnamen ATP.

“Waktu terburuk dalam satu musim adalah antara Desember – Januari, ketika saya benar-benar dekat untuk terbang lagi. Saya melalui pramusim yang cukup panjang, bertemu teman, makan malam bersama, lalu saya kembali ke turnamen. Saya selalu sakit beberapa hari sebelum saya akan pergi. Terkadang demam atau batuk, dan saya mengatakan kepada diri saya sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja. Hal itu telah berlangsung kira-kira selama 10 tahun,” papar Fognini yang memenangkan gelar Masters 1000 pertamanya di Monte Carlo musim lalu.

“Saya hampir menjadi bagian dari kehidupan lain. Saya masih berlatih, tetapi mendapatkan kesempatan untuk mengetahui apa yang dilakukan semua orang tidak benar-benar terjadi ketika saya berkompetisi. Saya ingat ketika anak pertama saya berusia delapan bulan dan saya berada di Miami tengah berkompetisi. Musim itu cukup unik. Saya baru akan terbang ke Australia dan saya mulai menangis seperti bayi. Saya tidak bisa membayangkan untuk meninggalkan mereka.”

Artikel Tag: Tenis, Monte Carlo Open, Fabio Fognini

320  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini