Saat Puasa Gelar Grand Slam, Begini Cara Roger Federer Agar Tak Kehilangan Motivasi

Penulis: Dian Megane
Rabu 03 Jun 2020, 22:14 WIB
Saat Puasa Gelar Grand Slam, Begini Cara Roger Federer Agar Tak Kehilangan Motivasi

Roger Federer

Berita Tenis: Meski telah memenangkan 20 gelar Grand Slam, Roger Federer tidak mampu memenangkan gelar Grand Slam selama empat musim setengah pada periode 2012 – 2017.

Pada musim 2013, Federer berjuang keras menghadapi cedera punggung, cedera serius yang cukup menjadi alasan baginya untuk meninggalkan babak kedua Wimbledon dan babak kedua US Open.

Pada musim 2014, ada perubahan pelatih dalam tim Federer ketika Stefan Edberg menggantikan Paul Annacone. Ia juga mengganti raket yang bisa membantunya memaksimalkan backhandnya.

Pada periode 2014 – 2015, Federer berhasil melaju ke dua final di Wimbledon dan satu final di US Open, tetapi pada ketiga kesempatan tersebut, ia harus tunduk di tangan Novak Djokovic.

Peluang emas muncul ketika Federer tiba di Australian Open musim 2017 ketika ia mengalahkan Rafael Nadal di final setelah menjauh selama enam bulan pada paruh kedua musim 2016.

Dalam perbincangan bersama teman sekaligus legenda tenis Brazil, Gustavo Kuerten, Federer mengungkapkan bahwa Djokovic dan Nadal bermain dengan luar biasa pada periode tersebut.

“Saya pikir, ketika kita kembali melihat empat atau lima musim yang lalu, ketika saya tidak memenangkan Grand Slam, orang-orang membuatnya terdengar bahwa saya bermain dengan buruk. Saya melalui musim 2013 yang berat dengan rasa sakit pada punggung yang menjadi masalah besar bagi saya, masalah yang mungkin harus dibayar dengan kehilangan beberapa peluang untuk bisa bermain dengan lebih baik di Grand Slam, tetapi itu yang terjadi, karena setiap orang pasti mengalami naik turun,” jelas Federer.

“Saya sebenarnya berpikir bahwa saya bermain dengan sangat baik. Saya memenangkan Davis Cup dan melaju ke beberapa final Grand Slam, tetapi sejujurnya saat itu Novak dan Rafa membidik French Open, jadi, cukup sulit untuk mengklaim kemenangan istimewa. Tetapi saya bisa tetap menyudutkan, karena saya percaya saya sudah begitu dekat.”

Setelah kesuksesan di Australian Open musim 2017, Federer juga memenangkan Wimbledon di musim yang sama (mengalahkan Marin Cilic) sebelum mempertahankan gelar Australian Open pada musim selanjutnya.

Federer akan mengingat final Grand Slam terakhir yang dilakoninya di Wimbledon musim 2019, ketika ia harus menyerah kepada Djokovic, meski ia mendapatkan dua peluang match point di set kelima. Kekecewaan yang ia harap bisa pulih pada musim ini sebelum Wimbledon dibatalkan akibat pandemi COVID-19.

Artikel Tag: Tenis, australian open, wimbledon, Roger Federer

516  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini