Roger Federer Tumbuh Besar Di Atas Clay-Court, Tetapi Lebih Sukai Lapangan Hijau

Penulis: Dian Megane
Sabtu 11 Apr 2020, 15:21 WIB
Roger Federer Tumbuh Besar Di Atas Clay-Court, Tetapi Lebih Sukai Lapangan Hijau

Roger Federer ketika berlaga di Wimbledon 2019

Berita Tenis: Roger Federer menjadi juara Wimbledon kategori junior musim 1998 pada usia 16 tahun. Ia memperlihatkan kemampuan di lapangan tercepat dan tampak seperti petenis yang layak disaksikan di lapangan tercepat dalam dua dekade ke depan.

Setelah melewati beberapa musim yang biasa-biasa saja di All England Club pada level senior, Federer mengalahkan Pete Sampras di babak keempat musim 2001 dalam perjalannya menuju perempatfinal, menelan kekalahan di awal turnamen pada musim 2002 sebelum menerima kemenangan mengagumkan satu musim berikutnya pada usia 21 tahun.

Sejak saat, Federer telah menjadi salah satu kompetitor yang harus diperhitungkan di lapangan hijau setelah memenangkan 19 gelar di lapangan tersebut dan hampir 200 pertandingan, termasuk delapan gelar dan lebih dari 100 kemenangan di Wimbledon.

Di sisi lain, meski tumbuh berkembang di atas clay-court, Federer tidak bisa menemukan ritme permainan di lapangan terlambat pada awal-awal pertandingan pertama dalam kariernya sebelum meningkatkan kemampuannya pada musim 2001 dan menjadi salah satu pesaing di French Open sejak musim 2005.

Berbicara mengenai kedua lapangan di Miami 2002, Federer menyatakan bahwa lebih mudah untuk memainkan poin-poin penentu di grass-court daripada di clay-court, di mana petenis harus bekerja lebih keras untuk mendapatkannya.

“Saya bermain dengan lebih baik di grass-court daripada clay-court, itu pastinya, meski saya tumbuh berkembang di clay-court dan bermain sepanjang waktu di atasnya, juga pada saat musim dingin,” ungkap Federer.

“Rasanya aneh, karena saya mencatatkan 0-11 pada laga-laga pertama saya di clay-court, saya merasa, bahwa itu mustahil.”

“Pada poin-poin penting di clay-court, anda bisa melihat lebih banyak kelemahan pada permainan anda dan itu menjadi keuntungan bagi lawan anda. Di grass-court, dua pukulan dan terkadang anda bisa beruntung juga, anda tidak pernah tahu dalam rally-rally pendek. Di clay-court, anda harus bermain lebih keras untuk mendapatkan poin, tidak ada waktu untuk menerka-nerka.”

“Saya kecewa dengan permainan saya di clay-court sebelumnya, tetapi sekarang jauh lebih baik, saya juga mencatatkan hasil yang cukup baik. Di sisi lain, saya memenangkan Wimbledon kategori junior musim 1998, tetapi hasil positif di grass-court belum muncul sampai beberapa musim berikutnya, bahkan kalah di babak-babak pertama.”

“Lalu, hal besar terjadi ketika saya mengalahkan Pete Sampras dan sekarang semua orang mempertimbangkan saya sebagai petenis yang difavoritkan. Saya merasa luar biasa di grass-court.”

Artikel Tag: Tenis, wimbledon, Roger Federer

518  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini