Rekor Federer Yang Mungkin Tak Akan Terpatahkan Oleh Nadal Dan Djokovic

Penulis: Dian Megane
Selasa 05 Jan 2021, 18:21 WIB
Roger Federer mengklaim lima gelar secara beruntun di dua Grand Slam yang berbeda

Roger Federer ketika tampil di laga eksibisi yang digelar di Afrika Selatan pada awal musim 2020

Berita Tenis: Selama bermusim-musim, Roger Federer telah mencatatkan sejumlah rekor. Seiring berjalannya waktu, beberapa rekor tersebut telah terpatahkan.

Namun, selama masa dominannya pada periode 2004 – 2009, bintang tenis Swiss mencatatkan rekor yang tidak ada seorang pun bisa mematahkannya dalam waktu dekat.

Juara Australian Open musim 2018 pernah memenangkan lima gelar secara beruntun di dua Grand Slam, rekor yang tampak tidak tertandingi dan sulit untuk dipatahkan. Ia memenangkan lima gelar Wimbledon pada periode 2003 – 2007 dan lima gelar US Open pada periode 2004 – 2008.

Rival petenis yang telah enam kali memenangkan gelar Australian Open, Nadal dan Djokovic sama sekali tidak mendekati rekor tersebut. Nadal pernah memenangkan lima gelar French Open secara beruntun, tetapi di Grand Slam lain ia bahkan tidak memenangkan lima gelar. Sementara Djokovic, ia belum pernah memenangkan lima gelar secara beruntun pada satu Grand Slam. Kemenangan beruntun terbaik Djokovic sampai saat ini adalah ketika ia memenangkan tiga gelar Australian Open secara beruntun pada periode 2011 – 2013.

Bintang tenis Swiss memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di Wimbledon musim 2003 yang mengawali dominasinya di turnamen grass-court tersebut. Tidak ada satu petenis pun yang bisa mengalahkannya di Wimbledon pada periode 2003 – 2007.

Pada musim 2003, petenis berusia 39 tahun mengalahkan Mark Philippoussis di final Wimbledon. Pada musim 2004 dan 2005, ia mengalahkan Andy Roddick. Lalu pada musim 2006 dan 2007, ia mengalahkan Nadal.

Kemenangan beruntun petenis peringkat 5 dunia akhirnya terpatahkan ketika ia kalah di Wimbledon musim 2008 dari Nadal, sehingga mengakhiri 41 kemenangan beruntun yang ia kantongi di turnamen grass-court tersebut.

US Open juga menjadi tempat perburuan menyenangkan bagi petenis yang memiliki dua pasang anak kembar.

Di final US Open musim 2004, ia mengalahkan Lleyon Hewitt, bahkan pada dua set di antaranya ia menangkan tanpa kehilangan satu game pun. Pada musim 2005, ia mengalahkan Andre Agassi. Roddick kembali menjadi korban keganasannya di final musim 2006. Lalu pada musim 2007, para penggemar menyaksikan final Grand Slam pertama antara Federer melawan Djokovic yang dimenangkan bintang tenis Swiss dengan tiga set langsung.

Di final US Open musim 2008, para penggemar menyaksikan final Grand Slam pertama antara Federer melawan Andy Murray yang lagi-lagi dimenangkan petenis berusia 39 tahun.

Pada musim 2009, ia mendapatkan peluang memenangkan US Open untuk kali keenam secara beruntun, tetapi Juan Martin del Potro mengalahkannya di final.

Selain memenangkan lima gelar secara beruntun di dua Grand Slam, Federer juga menjadi satu-satunya petenis yang mencatatkan 40 kemenangan beruntun di dua turnamen prestisius tersebut.

Artikel Tag: Tenis, australian open, wimbledon, US Open, Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic

1931  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini