Refleksi Matteo Berrettini Terhadap Musim 2020 Yang Mengecewakan

Penulis: Dian Megane
Selasa 01 Des 2020, 22:09 WIB
Matteo Berrettini gagal terkualifikasi di ATP Finals 2020

Matteo Berrettini ketika beraksi di US Open 2020

Berita Tenis: Musim 2020 telah berakhir dan turnamen ATP ditutup dengan ATP Finals. Tidak seperti musim lalu, Matteo Berrettini tidak terkualifikasi di turnamen akhir musim tersebut.

ATP Finals telah digelar di London dalam beberapa musim terakhir, tetapi mulai musim depan, venue turnamen akhir musim akan berpindah ke Turin, Italia. Salah satu petenis tuan rumah sangat senang mendengar hal tersebut.

“Itu momen yang luar biasa bagi dunia tenis Italia. Tentu saya berharap bisa berada di sana atau petenis Italia lainnya. Selain saya dan Fabio Fognini, ada Jannik Sinner dan Lorenzo Sonego yang bermain dengan sangat baik. Dan ada banyak petenis Italia lain yang bisa memberikan kegembiraan pada musim mendatang,” jelas petenis berusia 24 tahun.

Pada musim 2019, petenis berusia 24 tahun memainkan sejumlah permainan luar biasa yang mengantarkannya terkualifikasi di ATP Finals. Sayangnya, ia tidak bisa mengulangi pencapaian itu pada musim 2020.

“Saya merasa kelelahan pada musim 2020. Saya tidak mengawali musim ini dengan cara terbaik, saya seringkali bermain dengan setengah cedera. Lalu, berjuang melawan waktu agar bisa kembali prima dan ketika saya siap, virus mematikan tiba dan mereka membatalkan semuanya,” tambah Berrettini.

Saat ini, petenis peringkat 10 dunia tengah berlatih demi meraih kemenangan pada musim 2021 setelah musim 2020 yang mengecewakan. Tetapi ada petenis lain yang ia rasa mampu tampil impresif pada musim mendatang dan itu adalah Sinner.

“Jannik melakukan sesuatu yang impresif dan kedewasaan yang luar biasa. Di usianya, saya belum memikirkan tentang memenangkan bahkan sebuah game maupun sebuah turnamen. Sudah jelas bahwa ia bermain dengan masa depan dalam benaknya,” timpal petenis peringkat 10 dunia.

Selama musim 2020, petenis peringkat 10 dunia hanya tampil di lima turnamen, yakni di Australian Open, Cincinnati Open, US Open, Italian Open, dan French Open dengan pencapaian terbaiknya ia catatkan di Italian Open ketika ia melaju ke perempatfinal. Sementara dari ketiga Grand Slam yang ia lakoni, pencapaian terbaiknya terjadi di US Open ketika ia melaju ke babak keempat.

Baik Berrettini maupun Sinner merupakan petenis mengagumkan yang mampu memenangkan Grand Slam. Peluang pertama mereka untuk melakukannya adalah di Australian Open musim 2021 yang tanggal dimulainya akan segera diinformasikan.

Artikel Tag: Tenis, ATP Finals, australian open, Matteo Berrettini, Jannik Sinner

569  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini