Rafael Nadal Kenang Kembali Momen Paling Bersejarah Dalam Kariernya

Penulis: Dian Megane
Jumat 10 Jul 2020, 13:12 WIB
Rafael Nadal Kenang Kembali Momen Paling Bersejarah Dalam Kariernya

Rafael Nadal ketika memenangkan Wimbledon 2008

Berita Tenis: Final Wimbledon musim 2008 dipertimbangkan sebagai salah pertandingan terbaik yang pernah dimainkan. Roger Federer dan Rafael Nadal menjadi peran utama di final tersebut.

Pertandingan tersebut mencakup semua hal. Dari penundaan yang cukup lama sampai beragam emosi yang dirasakan kedua petenis. Final tersebut membuat semua orang tidak beranjak dari tempat duduk mereka.

Momen tersebut merupakan momen istimewa bagi Nadal. Setiap petenis ingin menang di lapangan utama Wimbledon yang bersejarah dan Nadal kalah di final Wimbledon secara beruntun pada musim 2006 dan 2007 dari Federer, sehingga ia harus membalaskan kekalahan tersebut.

Dalam wawancara dengan BBC, Nadal membicarakan tentang Wimbledon dan karisma yang ada di dalamnya. Ia juga membicarakan tentang tiga final di Wimbledon dan bagaimana pada musim 2008 akhirnya ia bisa meraih kesuksesan di Wimbledon.

“Bagi semua orang, Wimbledon istimewa. Ketika saya masih anak-anak, saya melihat Sampras banyak meraih kemenangan. Bagi saya, itu menjadi tujuan personal,” ungkap Nadal.

Nadal menggunakan pengalaman di final Wimbledon musim 2006 dan 2007 demi memenangkan final Wimbledon musim 2008. Ia dengan perlahan sampai di sana dan akhirnya mematahkan dominasi Federer di Wimbledon.

“Saya pikir, saya melaju ke final musim 2006 tanpa percaya bisa menang. Final musim 2007, kisahnya sama sekali berbeda. Saya merasa saya siap berkompetisi. Saya kalah di set kelima dan saya mendapatkan peluang saya. Pada musim 2008, saya bermain dengan baik hingga ke final dengan perasaan bahwa saya tidak akan difavoritkan, tetapi saya siap untuk menang. Dan saya tidak pernah berhenti untuk percaya dengan kemenangan. Saya melalui beberapa momen yang menyulitkan, terutama di set keempat,” jelas Nadal.

Memikirkan tentang final tersebut pada saat ini, Nadal bisa mengingat ia menjatuhkan diri dan berteriak. Emosi yang membuncah seperti itu memperlihatkan seberapa besar Nadal menginginkan gelar tersebut.

“Tentu, saya sangat tegang. Saya pikir semua orang merasa tegang. Satu-satunya hal yang berada dalam benak saya adalah saya merasa diri saya terjatuh dan hanya berteriak,” tambah Nadal.

Nadal memenangkan gelar Wimbledon lain pada musim 2010. Memenangkan gelar Wimbledon telah menjadi salah satu tujuannya. Final Wimbledon musim 2008 pastinya momen bersejarah bagi Nadal dan akan diingat para penggemar tenis untuk selamanya.

Artikel Tag: Tenis, wimbledon, Rafael Nadal, Roger Federer

589  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini