Rafael Nadal Akui Sulit Untuk Pahami Kekalahan Teranyar Di Madrid

Penulis: Dian Megane
Sabtu 08 Mei 2021, 15:26 WIB
Langkah Rafael Nadal di Madrid Open 2021 terhenti di peremptfinal

Rafael Nadal kalah dari Alexander Zverev di Madrid Open 2021

Berita Tenis: Petenis unggulan pertama, Rafael Nadal kehilangan peluang setelah tersingkir dari perempatfinal Madrid Open karena tidak bisa mengatasi Alexander Zverev.

Petenis peringkat 2 dunia unggul 4-2 di set pertama atas Zverev, tetapi petenis berkebangsaan Jerman bangkit setelah sejumlah kesalahan tidak biasa tercipta dari raket petenis peringkat 2 dunia.

Petenis tuan rumah lalu mendaparkan peluang pada kedudukan 4-3, tetapi melakukan kesalahan dengan forehandnya sehingga memberi peluang bagi Zverev untuk kembali.

Dari momen tersebut, arah pertandingan sama sekali berubah. Juara Madrid Open musim 2018, Zverev menang dengan 6-4, 6-4 dan mengamankan satu tempat di semifinal.

“Saya meninggalkan Madrid dengan perasaan yang positif, tetapi di waktu yang sama dengan perasaan kurang mengenakkan setelah melakoni pertandingan seperti itu melawan petenis hebat,” aku Nadal.

“Saya pikir, di sebagian besar set pertama, saya bermain dengan lebih baik daripadanya. Dan itu bagian negatifnya, sementara saya bermain lebih baik daripadanya di set pertama, saya masih kalah 6-4.”

“Itu sangat sulit untuk dipahami, terutama bagi saya. Ketika hal itu terjadi kepada saya, biasanya hal sebaliknya yang terjadi, saya menemukan cara untuk memenangkan set meskipun saya tidak memainkan permainan terbaik atau bermain sebaik lawan.”

Petenis peringkat 2 dunia hanya menghasilkan masing-masing enam winner di dua set dan melakukan 17 unforced error. Sementara Zverev menembakkan 28 winner demi mendikte hasil akhir pertandingan.

“Saya merasa saya bermain dengan lebih baik di set pertama, tetapi setelah beberapa kesalahan – kesalahan yang tidak bisa dibenarkan pada saat terburuk – saya menemukan diri saya tertinggal satu set. Dari sana, arah pertandingan berubah, baik bagi saya mau pun baginya,” tambah Nadal.

Meski begitu, petenis yang telah lima kali menjuarai Madrid Open memberi pujian kepada Zverev yang menempatkannya dalam situasi yang tidak nyaman di sepanjang pertandingan.

Berkat kemenangan tersebut, petenis berkebangsaan Jerman memetik tiga kemenangan secara beruntun atas petenis peringkat 2 dunia sekaligus kemenangan pertamanya atas bintang tenis Spanyol di clay-court.

Menurut juara Barcelona Open musim 2021, hal yang membuat petenis peringkat 6 dunia menjadi lawan yang tangguh untuk dihadapi adalah servis yang bertenaga. Rata-rata kecepatan servis pertama petenis berkebangsaan Jerman mencapai 25 km/jam lebih cepat daripada petenis tuan rumah (217 km/jam, lebih cepat dibandingkan petenis tuan rumah yang mencapai 192 km/jam) dan melambung lebih tinggi di Madrid yang berada di dataran cukup tinggi.

“Bukannya saya tidak bisa menemukan level minimal saya, tetapi anda bertanding melawan seseorang dengan servis yang bisa membuat anda dalam masalah besar,” jelas Nadal.

“Semua servisnya melebihi 220 km/jam, jadi dengan kondisi seperti itu, saya harus mengembalikan seperti enam meter di belakang area baseline dan bahkan setelah seperti itu, saya masih menembakkan pengembalian setinggi pundaknya.”

Setelah hari naas di rumahnya sendiri, petenis unggulan pertama menantikan sisa musim clay-court setelah kini ia akan mempersiapkan diri untuk Italian Open dan French Open. Ia mengincar gelar Italian Open kesepuluh dan gelar French Open ke-14.

Kemenangan di French Open akan menempatkan Nadal sebagai petenis putra dengan koleksi gelar Grand Slam terbanyak, yakni 21 gelar Grand Slam.

Artikel Tag: Tenis, Madrid Open, French Open, Rafael Nadal, alexander zverev

1274  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini