Pulih Dari COVID-19 Lebih Sulit Secara Mental, Klaim Andy Murray

Penulis: Dian Megane
Senin 01 Mar 2021, 20:05 WIB
Andy Murray termotivasi untuk berkompetisi lagi

Andy Murray ketika beraksi di ajang Challenger yang digelar di Italia awal musim 2021

Berita Tenis: Petenis yang telah mengklaim tiga gelar Grand Slam, Andy Murray menyatakan bahwa diagnosa positif COVID-19 berdampak besar kepada dirinya secara mental.

Petenis berkebangsaan Inggris menyatakan pada paruh pertama bulan Januari musim ini, ia dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 dan mengalami gejala ringan. Saat itu, ia menargetkan untuk berpartisipasi di Australian Open, tetapi ia tidak bisa melakukannya karena ia melewatkan batas akhir untuk memasuki sistem karantina dua pekan yang diterapkan negara kangguru tersebut. Petenis berkebangsaan Inggris yang merasa frustasi pun mengawali musim ini di ajang Challenger yang digelar di Italia.

“Saya akan mengatakan bahwa hal itu lebih berpengaruh secara mental daripada secara fisik. Hal itu jelas sedikit mempengaruhi permainan tenis anda, karena hal itu muncul di akhir sesi latihan yang panjang,” ungkap Murray.

“Saya berlatih dengan sangat keras selama 10 pekan dan merasa benar-benar prima, lalu saya tidak diizinkan untuk melakukan apa pun. Saya tidak diizinkan untuk keluar dari rumah, hal itu pastinya mempengaruhi segi fisik, dan juga segi mental juga.”

Petenis berusia 33 tahun mendapatkan hasil beragam ketika mengawali musim ini di Eropa. Di ajang Challenger yang digelar di Italia, ia melaju ke final sebelum kalah dari Ilya Marchenko. Ia lalu berpartisipasi di Open Sud de France, Montpellier, tetapi langsung hengkang dari babak pertama setelah kalah dari Egor Gerasimov.

Tes petenis berkebangsaan Inggris selanjutnya adalah Rotterdam Open pekan ini, turnamen yang ia menangkan pada musim 2009 dengan mengalahkan Rafael Nadal di final. Musim ini, ia akan beraksi di Rotterdam untuk kali keenam sekaligus untuk kali pertama sejak musim 2015.

“Saya termotivasi untuk berkompetisi lagi. Secara fisik, saya merasa prima, yang tentu menjadi hal paling penting,” tambah Murray.

“Yang jelas, hal berikutnya yang paling penting bagi saya adalah melakoni pertandingan dan kembali mengklaim kemenangan di turnamen.”

Mantan petenis peringkat 1 dunia yang menerima wildcard untuk turun di Rotterdam Open musim ini akan bertanding melawan petenis tuan rumah, Robin Haase di babak pertama. Sampai saat ini ia unggul atas Haase dengan 4-1, tetapi mereka terakhir kali bertemu pada musim 2015.

“Saya pernah bertanding melawan Robin beberapa kali, kami mengenal satu sama lain dengan cukup baik. Kami pernah melalui beberapa pertandingan sengit di turnamen besar dan ia petenis berbakat dengan permainan penuh tenaga,” tutur Murray yang menargetkan kembali ke peringkat 100 besar untuk kali pertama sejak Juni 2018.

Artikel Tag: Tenis, Rotterdam Open, Andy Murray

442  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini