Positif COVID-19, Partisipasi Andy Murray Di Australian Open Diragukan

Penulis: Dian Megane
Kamis 14 Jan 2021, 19:44 WIB
Andy Murray menjadi korban keganasan COVID-19

Andy Murray ketika beraksi di Cincinnati Open 2020

Berita Tenis: Andy Murray berjuang melawan waktu agar bisa berkompetisi di Australian Open musim 2021 usai ia dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Sejumlah media Inggris telah mengkonfirmasi bahwa petenis yang telah mengantongi tiga gelar Grand Slam telah mengisolasi diri sejak dinyatakan positif dan diyakini bahwa ia dalam keadaan baik. Daily Mail memberitakan bahwa mantan petenis peringkat 1 dunia hanya mengalami gejala ringan dari virus tersebut.

Petenis peringkat 123 dunia menjalani tes COVID-19 sebagai ketentuan yang ditetapkan Tennis Australia sebagai salah satu protokol terkait COVID-19 di mana semua pihak yang tiba di Australia harus negatif COVID-19. Tetapi Tennys Sandgren telah diizinkan untuk melakukan penerbangan meski ia positif COVID-19.

Murray dan timnya kini berharap bahwa mereka bisa datang tepat waktu demi Australian Open yang akan dimulai pada 8 Februari mendatang. Pelatih Dominic Thiem, Nicolas Massu juga menghadapi situasi yang sama seperti petenis berkebangsaan Inggris.

Selain membutuhkan hasil negatif COVID-19, para petenis juga harus menjalani kewajiban karantina selama 14 hari begitu tiba di Australia sebelum mereka bisa melakoni turnamen mana pun. Meski mereka diizinkan untuk berlatih selama periode karantina selama 5 jam dalam satu hari.

Tennis Australia belum berkomentar tentang situasi petenis berkebangsaan Inggris dan apakah mereka akan mengizinkannya memasuki situasi gelembung keselamatan pada waktu kemudian.

Belum ada bukti di mana Murray terpapar virus tersebut, tetapi dari spekulasi yang merebak, hal tersebut terjadi di National Tennis Center, Roehampton di mana sebelumnya diberitakan bahwa adanya penyebaran virus yang terjadi di lokasi tersebut. Ia telah berlatih di fasilitas tersebut dan bisa dipahami jika rekan senegaranya, Paul Jubb juga terpapar COVID-19.

Petenis berusia 33 tahun bersemangat untuk kembali beraksi di Grand Slam yang digelar di Melbourne, dua musim setelah ia pernah mengakui di Grand Slam tersebut bahwa ia mungkin terpaksa harus pensiun dari dunia tenis akibat cedera pinggul yang parah.

Pada musim 2018, ia mengejutkan para awak media ketika menyatakan, “Saya tidak yakin saya bisa bermain dengan rasa sakit untuk empat atau lima bulan berikutnya”, sebelum ia menambahkan bahwa Australian Open musim 2018 mungkin akan menjadi turnamen terakhirnya.

Sejak kekalahan di babak pertama Australian Open musim 2018, ia bahkan mendapatkan sebuah video tribut yang ditujukan kepada dirinya.

Akan tetapi sejak saat itu, ia berhasil meneruskan kariernya setelah menjalani operasi pinggul. Tetapi cedera panggul memaksanya harus melewatkan Grand Slam di Melbourne musim 2020.

Artikel Tag: Tenis, australian open, Andy Murray

479  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini