Pemerintah Australia Sekali Lagi Cabut Visa Novak Djokovic

Penulis: Dian Megane
Jumat 14 Jan 2022, 17:12 WIB
Visa Novak Djokovic sekali lagi dicabut pihak pemerintah Australia

Novak Djokovic

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Menteri imigrasi Australia telah menggunakan kekuatan eksekutifnya demi mencabut visa Novak Djokovic untuk kali kedua dengan alasan ‘kesehatan dan ketertiban’.

Keputusan menteri Imigrasi, Alex Hawke mencuat setelah petenis peringkat 1 dunia memenangkan pertarungan hukum awal pekan ini untuk membatalkan keputusan pihak perbatasan Australia yang membatalkan visanya karena ia tidak bisa memberikan bukti yang cukup untuk bisa memasuki Australia. Hakim memutuskan untuk memenangkan petenis peringkat 1 dunia karena prosedur yang diikuti dianggap tidak adil.

Namun, Hawke menggunakan kekuasaannya berdasarkan pasal 133C (3) Undang-Undang Migrasi untuk membatalkan visanya sekali lagi. Petenis berkebangsaan Serbia kini menghadapi prospek dideportasi dari Australia, tetapi diizinkan untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Meskipun jika ia memutuskan untuk melakukannya, masih belum jelas apakah perselisihan seperti itu akan selesai tepat waktu sebelum dimulainya Australian Open pada hari Senin (17/1).

“Hari ini (14/1) saya menggunakan kekuasaan saya berdasarkan pasal 133C(3) Undang-Undang Migrasi untuk membatalkan visa Tuan Novak Djokovic dengan alasan kesehatan dan ketertiban, atas dasar bahwa itu adalah kepentingan publik untuk melakukannya,” ungkap Hawke.

“Keputusan ini mengikuti perintah dari Federal Circuit dan Family Court pada 10 Januari 2022, membatalkan keputusan pembatalan sebelumnya dengan alasan keadilan procedural.”

“Dalam mengambil keputusan ini, saya dengan hati-hati mempertimbangkan informasi yang diberikan kepada saya oleh Departemen Dalam Negeri, Australian Border Force, dan Tuan Djokovic.”

“Pemerintah yang dipimpin Morrison sangat berkomitmen untuk melindungi perbatasan Australia, terutama terkait pandemi COVID-19.”

Masuknya petenis peringkat 1 dunia ke Australia telah menjadi kontroversi di tengah-tengah pengecualian medis yang ia dapat untuk melakoni Australian Open pada pekan depan. Berdasarkan hukum Australia, semua pengunjung yang akan memasuki Australia harus divaksin COVID-19 kecuali mereka memiliki alasan yang kuat untuk tidak melakukannya.

Dalam pembelaannya, petenis berkebangsaan Serbia yang belum divaksin, menyatakan ia positif terinfeksi COVID-19 pada Desember lalu dan Tennis Australia memberinya pengecualian medis setelah melalui dua panel medis independen. Tetapi pihak pemerintah berpendapat bahwa mereka sebelumnya telah menyatakan kepada Tennis Australia bahwa infeksi sebelumnya bukan alasan yang dapat diterima untuk memasuki Australia.

Menurut harian The Age, sumber terpercaya telah mengkonfirmasi bahwa pihak pemerintah berniat mengembalikan petenis peringkat 1 dunia kembali ke fasilitas detensi imigrasi pada hari Jum’at (14/1) malam waktu setempat. Satu-satunya pilihan lain yang ia miliki adalah meninggalkan negeri kangguru tersebut.

Jika petenis peringkat 1 dunia memutuskan untuk tidak naik banding, ia akan segera dideportasi dan menghadapi kemungkinan penolakan visa untuk memasuki Australia dalam tiga tahun ke depan.

Terkait Australian Open, jika petenis unggulan pertama, Djokovic dikeluarkan, maka petenis unggulan kelima, Andrey Rublev akan mengisi tempat tersebut berdasarkan aturan turnamen. Gael Monfils kemudian akan menggantikan tempat Rublev, Alexander Bublik akan menjadi petenis unggulan ke-33, dan tempat yang ia tinggalkan akan diisi lucky loser.

Artikel Tag: Tenis, australian open, Novak Djokovic

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/pemerintah-australia-sekali-lagi-cabut-visa-novak-djokovic
485  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini