Ons Jabeur Mengaku Tak Menyesal Usai Kekalahan Pahit Di US Open

Penulis: Dian Megane
Minggu 11 Sep 2022, 12:20 WIB
Meski kalah di final Grand Slam untuk kali kedua secara beruntun, Ons Jabeur tak menyesal

Ons Jabeur jadi runner up US Open 2022

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Ons Jabeur menyatakan bahwa ia mengincar peringkat 1 dunia dan bersikeras bahwa ia tidak menyesal setelah gagal memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya untuk kali kedua secara beruntun di US Open.

Petenis berkebangsaan Tunisia kalah dengan dua set langsung dari petenis peringkat 1 dunia, Iga Swiatek di final US Open, dua bulan setelah ia kalah dari petenis berkebangsaan Kazakhstan, Elena Rybakina di final Wimbledon setelah unggul dengan satu set.

“Saya tidak memiliki penyesalan karena saya telah melakukan semua hal yang memungkinkan,” aku Jabeur yang akan menjadi petenis peringkat 2 dunia terhitung Senin (12/9).

Swiatek dengan nyaman tetap berada di posisi puncak dengan poin peringkat dua kali lebih banyak, tetapi petenis berkebangsaan Tunisia telah menetapkan rencana pertarungan untuk musim 2023.

Di Australian Open yang akan datang, petenis berusia 28 tahun tidak memiliki poin untuk dipertahankan setelah melewatkan edisi musim ini karena cedera sebelum secara mengejutkan tersingkir dari babak pertama French Open.

Meskipun menjadi runner up Wimbledon musim 2022, poin peringkat tidak diberikan di Grand Slam tersebut, baik oleh pihak WTA maupun ATP, setelah pihak penyelenggara Grand Slam di London melarang petenis berkebangsaan Rusia dan Belarusia berpartisipasi.

“Dengan melihat poin peringkat, saya tidak memiliki poin untuk dipertahankan di Australian Open, French Open, dan Wimbledon, yang menjadi hal positif. Itu hal yang baik. Saya pastinya akan mengincar peringkat 1 dunia,” ungkap Jabeu yang kehilangan satu set dalam perjalanan menuju final US Open.

“Saya masih memiliki peluang di turnamen WTA level 1000. Saya mungkin akan menunjukkan diri saya di sana dan membangun lebih banyak kepercayaan diri untuk benar-benar mempersiapkan diri demi musim mendatang karena saya merasa saya masih memiliki banyak hal untuk diperlihatkan.”

Petenis yang cukup terlambat dalam memperlihatkan kemampuan terbaik setelah masih berada di luar peringkat 30 besar pada akhir musim 2020, yakin bahwa waktu masih berpihak kepada dirinya ketika memicarakan masa depannya di Grand Slam.

Membutuhkan waktu cukup lama, tepatnya ketika ia berusia 26 tahun, untuk bisa memenangkan gelar turnamen WTA pertama dalam kariernya di Birmingham musim 2021, ditambah gelar di Madrid dan Berlin musim ini.

“Saya berjuang keras untuk memenangkan gelar turnamen WTA pertaman saya. Hal itu membutuhkan waktu. Jadi, saya yakin hal itu akan membutuhkan waktu bagi saya. Hal yang paling penting adalah menerimanya, belajar dari final di mana saya menelan kekalahan,” papar Jabeur.

“Tetapi saya seseorang yang tidak akan menyerah. Saya yakin saya akan berada di final lagi dan saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memenangkannya.”

Untuk saat ini, petenis berkebangsaan Tunisia mengakui bahwa petenis berusia 21 tahun, Swiatek yang kini telah mengantongi tiga gelar Grand Slam setelah memenangkan French Open musim 2020 dan 2022, adalah kekuatan yang paling hebat.

Swiatek sampai saat ini telah mengantongi sepuluh gelar dan ia memenangkan sepuluh final terakhir yang ia lakoni tanpa kehilangan satu set pun.

“Terasa selalu luar biasa berkompetisi melawan Iga. Saya bercanda ketika saya mengatakan saya tidak menyukainya. Saya akan memaafkannya ketika ia memberi saya Rolex atau semacamnya,” tukas Jabeur sambil tersenyum.

Artikel Tag: Tenis, US Open, Ons Jabeur, Iga Swiatek

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/ons-jabeur-mengaku-tak-menyesal-usai-kekalahan-pahit-di-us-open
682  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini