Novak Djokovic Ungkap Kekalahan Yang Hampir Buat Dirinya Tinggalkan Tenis

Penulis: Dian Megane
Minggu 14 Mar 2021, 17:48 WIB
Kekalahan di French Open 2010 pernah membuat Novak Djokovic merasa sangat terpuruk

Novak Djokovic ketika tampil di Australian Open 2021

Berita Tenis: Petenis peringkat 1 dunia, Novak Djokovic telah mengungkapkan bahwa ada fase dalam kariernya ketika ia mempertimbangkan unguk meninggalkan dunia tenis.

Dalam podcast bersama Chervin Jafariyeh, petenis berkebangsaan Serbia mengungkapkan bahwa ia pernah menghadapi tantangan besar dalam kariernya. Beberapa membuatnya merenungkan apakah ia masih ingin tetap berkiprah sebagai petenis profesional.

Mengenang kembali perempatfinal French Open musim 2010, petenis yang telah mengantongi 18 gelar Grand Slam menyatakan bahwa kekalahan di turnamen tersebut membuat dirinya kosong secara emosional.

Menjadi petenis unggulan ketiga di French Open musim tersebut, juara Australian Open musim 2021 mengalahkan Evgeny Korolev, Kei Nishikori, Victor Hanesu, dan Robby Ginepri dalam perjalanan membukukan perempatfinal melawan petenis berkebangsaan Austria, Jurgen Melzer.

Meskipun berjuang dengan gejala dari alergi serbuk bunga, petenis peringkat 1 dunia berhasil merebut dua set pertama. Tetapi, Melzer bangkit dengan memukau untuk merebut tiga set selanjutnya dan menyisihkan petenis peringkat 1 dunia dari French Open tersebut.

Laga tersebut bertahan selama 4 jam 15 menit dengan kedudukan akhir 3-6, 2-6, 6-2, 7-6, 6-4 atas keunggulan Melzer.

“Saya merasa dunia saya hancur berantakan, impian saya hancur, dan bahwa saya tidak cukup baik untuk mencapai hal yang saya inginkan,” aku Djokovic mengenang kekalahan di perempatfinal French Open tersebut.

Petenis berkebangsaan Serbia teringat bahwa ia terisak-isak di ruangan pelatih dan fsioterapisnya. Ia menambahkan bahwa pada saat itu ia “benar-benar berada di tempat yang buruk”.

Juara Australian Open dalam tiga musim terakhir menyatakan bahwa perasaan yang mencengkeramnya setelah kekalahan pahit tersebut adalah bahwa ia “menabrak sebuah dinding dan tidak bisa melangkah lebih jauh.”

Petenis peringkat 1 dunia menyatakan, pelatih dan pelatih kebugaran membiarkannya “menangis” dan meringankan beban “emosi” yang tampak sangat membebaninya. Tetapi ia menambahkan bahwa ia merasa “bersyukur untuk hal itu”, karena hal tersebut membantunya melepaskan rasa negatif yang menyelimuti sistemnya. Lebih jauh lagi, hal tersebut membantunya menghidupkan kembali hasratnya terhadap tenis.

Juara French Open musim 2016, Djokovic menyatakan bahwa baginya pelatih terbaik adalah mereka yang mengatasi “kerapuhan” dari petenis yang bekerja dengan mereka dan berada di samping petenis yang bersangkutan sebagai teman mereka.

Artikel Tag: Tenis, French Open, australian open, Novak Djokovic

1678  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini