Naomi Osaka Merasa Aneh Jika Ia Ungkapkan Hal Ini

Penulis: Dian Megane
Sabtu 27 Feb 2021, 15:20 WIB
Naomi Osaka juarai Australian Open 2021 [image: AP]

Naomi Osaka ketika berlaga di Australian Open 2021 [image: AP]

Berita Tenis: Pada musim 2021, Naomi Osaka berhasil memenangkan gelar Australian Open untuk kali kedua sekaligus gelar Grand Slam keempat dalam kariernya.

Kepada podcast WTA Insider, petenis berusia 23 tahun mengungkapkan bagaimana perasaannya setelah memenangkan trofi baru tersebut dan sensasi yang tampak di turnamen tersebut.

“Setelah menang di New York (US Open musim 2020), saya benar-benar ingin mengawali musim dengan sangat baik dan saya pikir tidak ada turnamen yang lebih baik untuk dimenangkan daripada Grand Slam tersebut. Dalam dua pekan, saya memiliki visi yang sangat jelas tentang hal yang ingin saya capai,” jelas Osaka.

“Saya ingin tetap berperilaku positif dan memperlihatkan bahwa saya akan berjuang demi setiap poin dan melakukan yang terbaik. Hal itu menuntun saya menuju kemenangan. Tetapi sejujurnya, saya tetap akan merasa puas sekalipun jika saya tidak memenangkan gelarnya.”

Bintang tenis Jepang juga membicarakan tentang bagaimana mengekspresikan perasaannya, sehingga bisa membantunya ketika kendala menghadang.

“Ketika saya masih lebih muda, saya ingin mengurus semua hal. Saya tidak ingin mengganggu siapa pun dengan rasa stres dan beban saya. Tetapi setelah berbicara dengan Wim Fisette (pelatihnya), ia mengatakan kepada saya bahwa akan lebih mudah baginya untuk membicarakan banyak hal yang saya lakukan,” tambah Osaka.

“Mereka khawatir bahwa saya akan tenggelam dengan diri saya sendiri dan tidak berbicara dengan tim saya. Saya pikir ia banyak membantu saya dan kini hal itu menjadi rutinitas yang sebenarnya. Awalnya sulit, karena saya tidak ingin mengecewakan siapa pun dan jarang berbicara kepada orang lain yang bukan bagian dari keluarga saya.”

“Terasa aneh untuk mengatakan kepada mereka bahwa saya merasa tidak nyaman, stres, atau sedih.”

Juara Australian Open musim 2019 juga mengakui bahwa ia akhirnya mengatasi hal yang saat ini menjadi ketakutan terbesarnya.

“Sebelum final, saya mengatakan kepada mereka bahwa saya merasa gugup, saya tidak tahu apa yang saya harapkan,” aku Osaka.

“Saya pikir itu ketakutan terbesar bagi saya, hal yang belum diketahui, tidak tahu apa yang akan terjadi. Tetapi saya pikir itu bagian dari hidup. Semua orang berlatih untuk melakoni final Grand Slam dan saya seharusnya merasa senang bisa berada di sana.”

Setelah memenangkan Australian Open, petenis peringkat 2 dunia telah menetapkan gelar French Open dan Wimbledon sebagai target berikutnya.

“Di clay-court, saya tidak bermain dengan terlalu buruk. Musim lalu, saya bermain dengan sangat baik, tetapi saya tidak melangkah sejauh yang banyak orang perkirakan di Grand Slam. Tetapi itu adalah proses. Saya pikir saya memiliki hal yang saya butuhkan untuk bermain dengan baik di clay-court,” tukas Osaka.

“Dan di grass-court, saya harus merasa nyaman. Mungkin saya tidak merasa nyaman di kedua lapangan itu karena saya tidak banyak bermain di kedua lapangan tu saat saya masih anak-anak. Saya pikir saya hanya membutuhkan lebih banyak pengalaman. Terakhir kali saya bermain di French Open, saya kalah dari Katerina Siniakova, tetapi saya mendapatkan peluang.”

“Saya ingat bahwa saya mendapatkan peluang untuk menang, tetapi pada akhirnya, hal itu tidak berjalan sesuai dengan hal yang saya inginkan. Semakin banyak saya bermain, saya akan semakin menjadi petenis yang komplit.”

Artikel Tag: Tenis, australian open, Naomi Osaka

1133  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini