Naomi Osaka Mengaku Merasa Tidak Nyaman Di Lapangan Ini

Penulis: Dian Megane
Rabu 05 Mei 2021, 21:09 WIB
Langkah Naomi Osaka di Madrid musim 2021 terhenti di babak kedua

Naomi Osaka tertunduk lesu ketika kalah di babak kedua Madrid Open 2021

Berita Tenis: Petenis yang telah mengantongi empat gelar Grand Slam, Naomi Osaka telah buka-bukaan mengapa ia belum bisa menaklukkan clay-court.

Petenis yang telah mengukuhkan statusnya sebagai juara hard-court dengan memenangkan gelar Grand Slam secara beruntun di US Open musim 2020 dan Australian Open musim 2021, kembali tergelincir di clay-court setelah ia hengkang dari Madrid Open dengan menelan kekalahan pahit dari petenis berkebangsaan Ceko, Karolina Muchova.

Mengenai kekalahan teranyarnya di Madrid Open, petenis peringkat 2 dunia menyatakan bahwa sementara petenis lain memiliki cara yang unik untuk tampil di clay-court, ia menyadari bahwa ia harus berjuang keras menghadapi lawan, tidak lengah, dan tidak membiarkan mereka mendikte dirinya di lapangan merah.

“Saya pikir bagi saya clay-court, secara pribadi, saya tidak yakin bagaimana petenis lain bermain di atasnya, tetapi saya belajar bahwa di clay-court saya tidak mampu mengayunkan setiap bola, karena hal itu secara otomatis mengubah saya dari menyerang menjadi bertahan,” jelas Osaka.

Menyadari bahwa ia bukan petenis clay-court yang alami, ia menyatakan bawha ia harus lebih sering mengeluarkan pukulan penuh tenaganya di clay-court demi mengubah dari bertahan menjadi menyerang dan mengalihkan tekanan kepada lawannya.

“Ya, saya pikir mungkin di clay-court, tentu saya bukan petenis clay-court profesional, tetapi saya pikir di clay-court tentu akan sedikit lebih penting untuk memukul ketika anda bisa,” lanjut Osaka.

“Dan mungkin jika saya mulai bisa bergerak dengan lebih baik, saya bisa mengambil resiko dengan mulai bermain secara bertahan, tetapi saat ini, saya pikir saya harus menjadi petenis yang menyerang.”

Membagikan pandangannya tentang laga melawan Muchova di babak kedua Madrid Open, ia menyatakan bahwa ia bermain dengan bergerak dari satu sisi ke sisi lain di set pertama ketika ia seharusnya bisa mengayun dengan lebih keras pada beberapa bola dan memaksa lawan untuk bertahan.

“Ketika saya bertanding melawannya di set pertama, tentu saya merasa saya bergerak dari satu sisi ke sisi lain, terutama pada beberapa bola tertentu ketika saya merasa saya bisa memukulnya dengan lebih keras,” tutur Osaka.

Ketika turnamen clay-court selanjutnya berpindah ke Roma, turnamen tersebut akan menjadi kesempatan terakhir mantan petenis peringkat 1 dunia untuk memperbaiki kelemahannya dan mengimplementasikan pelajaran yang ia dapat sebelum menuju French Open.

Artikel Tag: Tenis, Madrid Open, Naomi Osaka

550  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini