Misi Balas Dendam Aryna Sabalenka Berakhir Dengan Juarai Madrid Open

Penulis: Dian Megane
Minggu 09 Mei 2021, 07:12 WIB
Aryna Sabalenka bawa pulang gelar Madrid Open 2021

Aryna Sabalenka berpose dengan trofi turnamen clay-court pertama dalam kariernya di Madrid Open 2021

Berita Tenis: Aryna Sabalenka memperlihatkan keganasan dan daya juang tinggi demi menumbangkan petenis peringkat 1 dunia, Ashleigh Barty di Madrid Open musim 2021.

Mengerahkan kemampuan terbaik, petenis unggulan kelima melumpuhkan petenis unggulan pertama, Barty dengan 6-0, 3-6, 6-4 di final Madrid Open, membalas dua kekalahan terakhir dari petenis unggulan pertama pada musim ini ketika mereka bertemu di Miami dan Stuttgart. Gelar Madrid Open juga menjadi gelar pertama petenis unggulan kelima di turnamen clay-court.

“Saya tidak benar-benar takut dengan lapangan ini lagi,” seru Sabalenka.

“Sebelumnya, saya terlalu banyak memikirkan tentang clay-court, bahwa lapangan itu tidak sesuai dengan saya, bahwa benar-benar sulit untuk bermain di atasnya, dengan rally-rally yang lebih panjang. Saya benar-benar terlalu banyak memikirkan tentang hal itu.”

“Musim ini saya merasa rileks dan hanya memainkan permainan saya. Saya berlatih banyak terkait gerakan, jadi, saya mempersiapkan diri dengan baik untuk clay-court.”

Gelar Madrid Open musim ini menjadi gelar kedua petenis berkebangsaan Belarusia pada musim ini setelah ia menjadi juara di Abu Dhabi pada awal musim dan gelar keempatnya dalam 12 bulan terakhir.

Berkat kemenangan atas Barty, kini petenis unggulan kelima mencatatkan 10-5 di final dan pencapaian kali ini akan mengantarkannya menuju peringkat 5 besar untuk kali pertama pada hari Senin (10/5).

Petenis berkebangsaan Australia, Barty telah mengalahkan petenis berkebangsaan Belarusia dengan tiga set, baik di perempatfinal Miami Open bulan lalu mau pun final Stuttgart Open dua pekan lalu. Ia juga mengantongi 16 kemenangan beruntun di turnamen clay-court dan mengklaim 10 pertandingan terakhir melawan petenis peringkat 10 besar.

Namun, petenis peringkat 7 dunia mematahkan catatan tersebut dan kini menyamakan kedudukan dalam head to head mereka menjadi 4-4.

“Saya tidak akan membandingkan pertandingan kali ini dengan pertandingan di Miami dan Stuttgart,” lanjut Sabalenka.

“Di Stuttgart saya cedera. Cukup sulit untuk mengatakan apa pun tentang pertandingan itu. Ia tampil bagitu luar biasa. Saya memberinya peluang di sana dan ia mengambilnya. Di Miami, lapangannya benar-benar lamban, rallynya lebih panjang. Kondisinya benar-benar panas. Secara fisik saya akan mengatakan jauh lebih sulit untuk bertanding melawannya di sana daripada di Madrid.”

“Saya pikir hal yang benar-benar saya lakukan dengan baik di sini adalah saya tetap fokus dari awal sampai akhir. Saya menempatkannya di bawah tekanan, terutama di akhir set ketiga. Di momen-momen kunci, saya juga tampil sedikit lebih agresif. Itu hal yang benar-benar membantu saya untuk memenangkan pertandingan kali ini.”

Menuju ke final, performa petenis peringkat 7 dunia patut diacungi jempol setelah hanya kehilangan 18 game dalam lima pertandingan dan di final, ia membukanya dengan melesatkan 11 winner, hanya melakukan satu unforced error, dan mendaratkan 75 persen dari servis pertamanya.

Namun, kemampuan Barty untuk menyesuaikan strategi di pertengahan pertandingan menjadi salah satu kunci atas kesuksesannya dan itu hal yang ia lakukan di set kedua sebelum memaksakan set ketiga.

“Saya pikir, itulah mengapa ia menjadi petenis peringkat 1 dunia, karena ia selalu berusaha menemukan jalan. Di set kedua, ia mulai menggunakan lebih banyak dari slice, bergerak dengan lebih baik, dan sedikit lebih agresif,” komentar Sabalenka tentang lawan di seberang netnya.

Memasuki set penentu, Barty membukanya dengan kedudukan 3-1. Ia tampak berada di atas angin, tetapi petenis berkebangsaan Belarusia memiliki ide lain.

Sempat merasa frustasi setelah pengembalian forehandnya terlalu melebar pada kedudukan 3-4, 15/30, Sabalenka tidak kehilangan poin lagi dan menyambar 11 poin terakhir demi menyegel gelar Madrid Open musim ini.

Artikel Tag: Tenis, Madrid Open, Aryna Sabalenka, Ashleigh barty

907  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini