Meski Muncul Kasus Positif, Craig Tiley Yakin Australian Open Tetap Digelar

Penulis: Dian Megane
Kamis 04 Feb 2021, 14:57 WIB
Australian Open 2021 diharapkan tetap digelar pada 8 Februari mendatang

Naomi Osaka ketika tampil di Gippsland Trophy yang digelar di venue yang biasa digunakan untuk menggelar Australian Open

Berita Tenis: Australian Open akan dimulai sesuai jadwal pada hari Senin (8/2) meskipun ada pekerja di salah satu hotel yang digunakan untuk karantina di Melbourne positif terinfeksi COVID-19.

Semua turnamen pemanasan jelang Grand Slam yang digelar di Melbourne Park terpaksa ditunda setelah kasus positif tersebut diumumkan pada hari Rabu (3/2) malam dan mereka yang dikarantina di Grand Hyatt Hotel diinstruksikan untuk menjalani tes dan diisolasi sampai mereka mendapatkan hasil tesnya.

“Kami yakin bahwa Australian Open akan tetap digelar. Kami akan mengawalinya pada hari Senin (8/2),” seru turnamen direktur Grand Slam di Melbourne, Craig Tiley.

Tiley menyatakan terdapat 507 orang terpengaruh, 160 di antaranya adalah petenis yang akan menyelesaikan tes pada hari Kamis (4/2).

Jika hasilnya negatif, para petenis bisa berpartisipasi secara bebas di turnamen pemanasan yang digelar di venue yang sama dengan Australian Open, sehingga mereka bisa melakoni beberapa pertandingan setelah dikarantina selama 14 hari.

Pihak kesehatan Victoria menyatakan bahwa pengetesan yang dilakukan terhadap semua pihak yang terlibat dengan turnamen tenis merupakan langkah pencegahan.

Victora telah menjalani masa lockdown terpanjang dan terberat dibandingkan dengan negara lain demi meredam masuknya virus corona jenis baru dan kasus yang muncul hari Rabu (3/2) merupakan kasus pertama yang muncul di negara bagian tersebut dalam satu bulan terakhir.

Perdana menteri Victoria, Daniel Andrews menegaskan bahwa keselamatan komunitas adalah prioritas utama dan ‘tidak ada jaminan’ bahwa Australian Open akan tetap berjalan.

“Di fase ini, tenis seharusnya tidak terpengaruh oleh hal ini,” ungkap Andrews. “Hal ini bisa berubah, tetapi telah ada panduan untuk menghadapi hal ini.”

Sementara pimpinan pihak oposisi pemerintahan Victoria, Michael O’Brien menyarankan pemerintah untuk menentukan apakah Grand Slam tersebut akan digelar atau tidak.

“Kita tidak ingin melihat situasi seperti yang kita alami di Grand Prix, di mana banyak orang datang hanya untuk ditolak,” seru O’Brien.

“Saya pikir orang-orang berhak mengetahui apa yang terjadi dan pemerintah harus mengambil keputusan dalam 24 sampai 48 jam ke depan.”

Australian Grand Prix, ajang pembuka kejuaraan Formulan One, dibatalkan karena pandemi COVID-19 yang terjadi Maret lalu hanya beberapa jam sebelum mobil-mobil dibawa ke trek di Melbourne’s Albert Park.

Namun Tiley menolak perbandingan tersebut.

“Kemungkinannya sangat rendah bahwa hal itu akan menjadi kendala. Kami mengharapkan semua tes menunjukkan hasil negatif. Rencananya adalah untuk tetap bermain pada esok hari (5/2) sesuai yang dijadwalkan,” tukas Tiley.

Tiley yang memiliki banyak pengalaman dalam menjadwal ulang pertandingan akibat hujan, cuaca panas, dan kebakaran hutan, menyatakan bahwa jadwal pertandingan hari Jum’at (5/2) akan dirilis pada hari Kamis.

“Ketika hujan, kami memiliki tiga stadion yang beratap dan delapan lapangan dalam ruangan. Hal tersebut tidak bisa membuat kami melangkah lebih jauh, tetapi setidaknya kami bisa menyelesaikan semua turnamen pada hari Minggu (7/2),” tambah Tiley.

Artikel Tag: Tenis, australian open

427  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini