Meski Gagal Di Final Italian Open 2020, Schwartzman Tetap Berpikir Positif

Penulis: Dian Megane
Selasa 22 Sep 2020, 18:07 WIB
Diego Schwartzman [kiri] dan Novak Djokovic [kanan] usai beraksi di final Italian Open 2020

Diego Schwartzman [kiri] dan Novak Djokovic [kanan] usai lakoni final Italian Open 2020

Berita Tenis: Meski kehilangan dua peluang untuk mencatatkan prestasi penting dalam kariernya dengan kekalahan dua set langsung dari Novak Djokovic di final Italian Open musim ini, Diego Schwartzman tetap mengambil hal positif dari pekan yang ia habiskan di Roma usai melakoni final turnamen Masters 1000 pertama dalam kariernya.

Petenis berusia 28 tahun yang mengincar untuk memenangkan gelar terbesar dalam kariernya dan menembus peringkat 10 besar untuk kali pertama, menjadi petenis kedelapan dari negaranya, Argentina yang melaju ke final turnamen Masters 1000 setelah mengantongi lima kemenangan beruntun di Foro Italico, tempat digelarnya Italian Open.

Petenis berkebangsaan Argentina mengawali usaha demi mesujudkan mimpi di final turnamen Masters 1000 pertama dengan unggul atas Djokovic 3-0 di set pembuka. Ia merasa senang dengan keseluruhan performanya, tetapi ia berjuang keras untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca di sepanjang partai puncak.

Meski akhirnya ia tidak bisa meruntuhkan kedigdayaan Djokovic, petenis peringkat 15 dunia merasa bangga atas pencapaiannya dan percaya diri dengan enam pertandingan yang telah ia lakoni di Italian Open dengan harapan bisa memberikan keuntungan ketika turun di French Open untuk kali ketujuh secara beruntun.

“Enam hari beristirahat bagi kami seperti satu musim. Kami memiliki banyak waktu untuk memulihkan diri. Tetapi saya mendapatkan banyak suntikan kepercayaan diri. Jadi, saya hanya mengambil hal positif dari Roma musim ini,” ungkap Schwartzman.

Setelah sepanjang pekan langit di Foro Italico begitu cerah, partai puncak digelar dengan dihiasi awan kelabu dan hujan memaksa para penonton membuka payung demi melindungi diri. Petenis asal Buenos Aires masih bisa menciptakan peluang, tetapi ia tidak mampu memanfaatkan peluang tersebut melawan petenis yang secara konsisten menemukan permainan terbaik di sepanjang pekan yang penuh tekanan.

“Saya pikir saya memainkan pertandingan yang apik dari area baseline dan saya melakukan banyak hal positif. Set pertama, mungkin di awal set kedua, saya tampil dengan penuh kontrol – bukan mengontrol pertandingan, tetapi saya melakukan hal yang ingin saya lakukan di lapangan – bermain dengan agresif dan solid dengan gerakan yang baik,” jelas Schwartzman.

“Tetapi saya pikir servis, kondisi cuaca yang hujan, tidak banyak membantu saya untuk melakukan servis apik ataupun menempatkan bola kedua di tempat yang tepat. Saya mendapatkan peluang seperti ketika saya bertanding melawan Rafa. Tetapi kali ini seperti hari ketika anda tidak bisa mendapatkan peluang itu, dan pada akhirnya, Novak adalah Novak. Tiga, empat game terakhir, ia bermain dengan luar biasa.”

Jelang French Open yang akan digelar pada 27 September – 11 Oktober, runner up Cordoba Open musim ini diminta untuk memilih petenis mana yang akan lebih berbahaya di French Open, Djokov atau Nadal.

“Rafa adalah raja clay-court. Itu rumahnya. Ia memasuki roland Garros bermusim-musim dan bermain dengan menakjubkan. Terkadang ia tidak memperlihatkan performa terbaik dan ia menang. Ia memenangkannya sebanyak 12 kali,” ungkap Schwartzman.

“Saya pikir Rafa akan selalu di sana, petenis yang akan menang. Tetapi Dominic, Novak, banyak tenis lain bermunculan dan bisa bermain dengan memukau di clay-court.”

Artikel Tag: Tenis, Italian Open, Diego Schwartzman, Novak Djokovic

648  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini