Menurut Sang Pelatih, Ini Yang Picu Musim 2020 Goffin Mengecewakan

Penulis: Dian Megane
Senin 30 Nov 2020, 11:59 WIB
David Goffin akhiri musim 2020 tanpa memenangkan satu gelar pun

David Goffin ketika beraksi di US Open 2020

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Belgia, David Goffin menjadi salah satu petenis yang memiliki prospek tinggi ketika awal-awal berkiprah di dunia tenis.

Namun dalam beberapa musim terakhir, petenis berkebangsaan Belgia belum mengalami kemajuan yang diharapkan bisa ia capai. Bahkan, musim ini ia tampil di bawah rata-rata sebelum menjadi korban keganasan COVID-19.

Kualitas petenis peringkat 15 dunia tentu tidak ditunjukkan dalam performanya akhir-akhir ini yang tidak begitu baik, termasuk ketika para petenis yang masih muda seperti Andrey Rublev dan Jannik Sinner pernah mengalahkannya pada musim ini.

Menyadari bahwa harus ada peningkatan dari dirinya, runner up ATP Finals musim 2017 menjalin kerja sama dengan temannya, Germain Gigounon sebagai pelatih barunya.

Fakta yang menarik adalah, Gigounon baru berusia 31 tahun. Ia sendiri merupakan seorang petenis sampai akhir musim 2018. Ia merasa, perbedaan dalam hal kepribadian dengan petenis berkebangsaan Belgia mungkin akan menjadi kunci yang bisa membantu petenis berusia 29 tahun mendapatkan kembali performa terbaiknya.

“Kami selalu sangat dekat, terlepas dari fakta bahwa kami memiliki temperamen yang sangat berbeda. David lebih pendiam dan saya lebih supel. Saya pikir itu akan menjadi kombinasi yang positif. Dalam kasus apapun, dalam persahabatan kami. Saya pikir itu hal yang bisa membantunya,” ungkap Gigounon.

Menjadi pelatih bukan hal pertama bagi Gigounon. Sebelum ini, ia melatih petenis putri Belgia, Ysaline Bonaventure. Mengenai peran barunya, ia merasa petenis peringkat 15 dunia harus lebih ceria dan membangun hasrat ketika menjejakkan kaki ke lapangan.

“Kami membicarakan tentang bagaimana perasaannya ketika kembali ke turnamen. Ia kurang memiliki hasrat dan kurang bersenang-senang di lapangan. Perbedaan kami, sisi ekstrovert saya mungkin akan bisa membantunya. Hal itu adalah sesuatu yang akan kami coba gunakan dan itu yang bisa saya berikan,” jelas Gigounon.

Musim ini tidak menjadi musim yang istimewa bagi Goffin. Sebelum turnamen tenis ditangguhkan, pencapaian terbaiknya adalah ketika ia melaju ke semifinal di Montpellier (kalah dari Vasek Pospisil). Setelah turnamen tenis dilanjutkan, ia malah terpapar COVID-19.

Ia akhirnya bisa kembali, tetapi ia memperlihatkan kelemahan dan kelelahan. Di US Open, ia berhasil melaju sampai ke babak keempat (kalah dari Denis Shapovalov), tetapi di empat turnamen terakhir yang dilakoninya, ia langsung tersingkir dari babak pertama.

Para penggemar berharap ia bisa kembali meraih kesuksesan pada musim mendatang.

Artikel Tag: Tenis, US Open, David Goffin

538  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini