Mengejutkan! Wawrinka Buka-Bukaan Tentang Waktu Gantung Raket

Penulis: Dian Megane
Sabtu 24 Okt 2020, 23:10 WIB
Stan Wawrinka telah mengantongi tiga gelar Grand Slam

Stan Wawrinka ketika berpartisipasi di French Open 2020

Berita Tenis: Stan Wawrinka sangat mencintai media sosial. Ia sangat mudah bersosialisasi dan pria menyenangkan yang senang bereaksi, menulis komentar, dan menjawab pertanyaan, terutama di Instagram.

Baru-baru ini, petenis veteran Swiss menuliskan ‘Ask me a question’ melalui Instagram Story. Seorang penggemar menuliskan pertanyaan menjebak kepada petenis yang telah mengoleksi tiga gelar Grand Slam. Penggemar tersebut bertanya, apakah ia mempertimbangkan untuk pensiun dalam waktu dekat.

Saat ini, petenis berkebangsaan Swiss telah menginjak usia 35 tahun. Ia pastinya masih prima, tetapi tentu tidak memiliki intensitas yang sama seperti yang pernah ia miliki.

Namun hal yang mencengangkan adalah ia menjawab pertanyaan tersebut dengan menyatakan bahwa ia akan pensiun dalam waktu dekat. Hal tersebut tentu bukan hal yang para penggemar ingin dengar darinya. Jawaban tersebut cukup impresif dan benar-benar tidak biasa.

Untuk pertanyaan tersebut, tepatnya Wawrinka menuliskan, “Segera, jangan khawatir.”

Untuk jawaban tersebut, petenis berkebangsaan swiss bahkan menambahkan latar belakang foto diri yang tengah mengacungkan jempol dan memperlihatkan daya juangnya.

Ia tentunya ingin menyampaikan bahwa keputusannya untuk meninggalkan dunia tenis bisa terjadi kapan saja dalam waktu dekat. Selain itu, ia juga mempertegas secara sarkastik bahwa keputusan tersebut berada di tangannya dan pihak lain tidak perlu mengkhawatirkan masalah tersebut.

Sementara itu, performa Wawrinka pada musim ini bisa dikatakan baik turun. Ia bisa mengawali sebuah turnamen dengan begitu bersinar tetapi kemudian kehilangan sentuhan ajaibnya ketika ia mencapai babak keempat atau perempatfinal.

Petenis berusia 35 tahun bermain dengan benar-benar baik di Grand Slam pembuka pada musim ini di Melbourne sampai ia bertemu Alexander Zverev di perempatfinal. Ia kalah meski memenangkan set pertama.

Ia lalu bermain dengan begitu gemilang di Mexican Open, Acapulco sampai Grigor Dimitrov melumpuhkannya dengan dua set langsung, lagi-lagi di perempatfinal. Ketika turnamen ATP dilanjutkan pada Agustus lalu, ia memutuskan untuk tidak berpartisipasi di Grand Slam yang digelar di New York, Grand Slam yang ia menangkan pada musim 2016 dengan mengalahkan Novak Djokovic.

Banyak pihak mengharapkan sesuatu yang besar dari juara French Open musim 2015 (mengalahkan Djokovic) setelah ia mengalahkan petenis yang juga telah mengantongi tiga gelar Grand Slam, Andy Murray di French Open dengan tiga set langsung.

Namun memasuki babak ketiga French Open, ia kalah dari petenis yang peringkatnya berada di luar peringkat 200 besar, Hugo Gaston. Baru-baru ini ia melaju ke perempatfinal St. Petersburg Open, tetapi Denis Shapovalov menghantamnya dengan dua set langsung.

Usia tanpa diragukan menjadi rintangan bagi kebugaran Wawrinka. Hal tersebut di level tertentu telah membatasi dirinya. Meski servisnya tetap bertenaga dan akurat, ia berjuang keras ketika mengejar dropshot ataupun menguasai lapangan.

Keputusan untuk mengucapkan selamat tinggai tentu menjadi hak prerogatifnya, tetapi para penggemar masih ingin melihat petenis berkebangsaan Swiss tersebut beraksi selama mungkin.

Artikel Tag: Tenis, French Open, Stan Wawrinka, Novak Djokovic

913  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini