Matteo Berrettini Ungkap Tentang Kesulitan Jadi Petenis Peringkat 10 Besar

Penulis: Dian Megane
Jumat 05 Mar 2021, 21:14 WIB
Matteo Berrettini tetap bertahan di peringkat 10 besar sejak Oktober 2019

Matteo Berrettini ketika berlaga di Australian Open 2021

Berita Tenis: Berada di antara petenis terbaik dalam hal peringkat menjadi satu tujuan utama seorang petenis, tetapi bagi Matteo Berrettini hal tersebut memiliki dampak lain.

Petenis berusia 24 tahun merupakan petenis berkebangsaan Italia dengan peringkat tertinggi dan tetap berada di peringkat 10 besar sejak debut di posisi tersebut pada Oktober 2019. Dengan mengantongi tiga gelar, ia mencuri perhatian sejak dua musim lalu ketika ia melaju ke semifinal US Open, pencapaian terbaiknya di Grand Slam sampai saat ini. Tetapi sejak saat itu, ia belum berhasil melampaui babak keempat Grand Slam mana pun.

Merefleksi kemajuannya di dunia tenis, petenis peringkat 10 dunia mengakui, untuk kali pertama ia mengetahui bahwa sulit baginya untuk mengatasi tekanan dan harapan yang diberikan kepadanya setelah menjadi petenis peringkat 10 besar serta mempengaruhi kehidupan pribadinya.

“Tidak mudah bagi saya untuk terbiasa dengan tekanan mendadak untuk naik peringkat dengan begitu cepat. Saya merasa seperti berjalan dengan berjingkat-jingkat, lalu tiba-tiba semua orang menantikan saya untuk berjalan dengan lebih cepat,” papar Berrettini.

“Seolah-olah anda telah memilih jalan itu, tetapi jalan itu tiba-tiba berubah menjadi jalan lain. Bayangkan seperti ini, anda berjalan di sepanjang jalan dengan kecepatan anda sendiri, tetapi tiba-tiba jalan itu menyatu dengan jalan raya dan semuanya berjalan dengan begitu cepat. Anda harus beradaptasi dengan cepat, jika tidak, anda akan disalip.”

“Ketika anda semakin dekat dengan posisi puncak, akan ada lebih banyak hal yang harus anda hadapi, dan bukan hanya tentang tenis, tetapi juga hal pribadi. Sebelumnya, kehidupan saya jauh lebih sederhana, saya memasuki lapangan, bermain tenis, dan memikirkan tentang menang. Saat ini, ada begitu banyak hal yang harus saya pikirkan.”

Musim ini, petenis peringkat 10 dunia mendapatkan suntikan kepercayaan diri dengan kemenangan atas Dominic Thiem, Gael Monfils, dan Roberto Bautista Agut di ATP Cup. Sebelumnya ia melaju ke perempatfinal Antalya Open dan di Australian Open, ia melaju ke babak keempat.

Menjelaskan lebih jauh tentang pengalamannya di dunia tenis, petenis berusia 24 tahun mengakui bahwa segi mental menjadi hal yang lebih menantang baginya dalam beberapa musim terakhir. Ia juga harus mengatasi cedera yang cukup mengganggu langkahnya di Australian Open musim ini.

“Semakin tinggi anda berada, semakin rumit hal yang anda dapatkan. Karena tambahan atas semua kekhawatiran anda tentang teknikal dan segi fisik, yang menjadi hal dasar, anda juga harus melatih segi mental anda,” tambah Berrettini.

Terlepas dari semua pengalamannya, mimpi petenis peringkat 10 dunia di masa yang akan datang tetap sama, yakni memenangkan Italian Open yang terakhir kali dimenangkan petenis tuan rumah pada musim 1976.

“Menatap masa depan, saya menantikan untuk bisa membagikan kegembiraan kepada penggemar, merasakan adrenalin itu sekali lagi, dan menginspirasi banyak orang di segala usia. Dengan insentif ekstra itu, saya berharap hasil pertandingan saya akan berbicara sendiri,” tukas Berretttini.

Artikel Tag: Tenis, australian open, Matteo Berrettini

523  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini