Matteo Berrettini Pesimis Turnamen Tenis Akan Dilanjutkan Musim Panas Tahun Ini

Penulis: Dian Megane
Jumat 10 Apr 2020, 21:49 WIB
Matteo Berrettini Pesimis Turnamen Tenis Akan Dilanjutkan Musim Panas Tahun Ini

Matteo Berrettini

Berita Tenis: Semifinalis US Open musim lalu, Matteo Berrettini dan kekasihnya yang merupakan petenis berkebangsaan Australia, Ajla Tomljanovic berbincang dengan mantan petenis yang telah memenangkan 18 gelar Grand Slam, Chris Evert melalui Instagram live.

Tomljanovic berusia 13 tahun ketika ia pindah ke Florida untuk berlatih di Chris Evert’s Academy yang berlokasi di Boca Raton.

“Kami senang bisa menghabiskan waktu bersama. Kami sering bermain di turnamen yang sama, tetapi tenis adalah prioritas utama,” aku petenis berkebangsaan Italia, Berrettini.

Berrettini menyatakan bahwa ia mengidolakan Roger Federer ketika ia masih kecil, tetapi ia juga menghormati Novak Djokovic dan Rafael Nadal.

“Roger adalah tenis. Ia bisa melakukan apapun yang ia inginkan. Itu mudah baginya. Ia idola saya. Saya bisa membicarakan tentangnya selama dua tahun. Ia membuat dirinya terlihat seperti itu sejak lahir. Sementara Novak adalah mesin. Bagi saya, ia lawan terburuk yang anda hadapi. Saya ingat bertanding di ATP Finals London (2019), mencatatkan hampir 70 persen dari servis pertama saya dan saya masih kalah dengan 1-6. Saya tidak bisa mempertahankan servis saya. Ia memiliki pengembalian yang mengagumkan. Backhandnya benar-benar apik. Intensitas Nadal tidak bisa dipercaya. Tidak masalah jika kedudukannya 5-0 dan 0-5,” jelas Berrettini.

Berretini juga angkat bicara tentang situasi saat ini dengan adanya penangguhan turnamen akibat pandemi COVID-19.

“Saya tidak optimis bahwa musim tenis kali ini akan dilanjutkan pada musim panas. Eropa dan AS tengah melalui periode yang menyulitkan. Saya khawatir, musim ini akan dibatalkan. Saya berada dalam kondisi prima dan saya berlatih setiap hari,” lanjut Berrettini.

Sementara itu, mengenang kembali musim 2019, Berrettini mengakui bahwa ia merasa terkejut tentang menembus peringkat 10 besar.

“Saya terkejut dengan seberapa cepat peringkat saya meningkat. Saya mengubah sesi latihan saya setelah kalah di babak pertama Monte Carlo. Gelar Monte Carlo Open yang dimenangkan Fabio Fognini memberi saya motivasi ekstra untuk meningkatkan permainan saya,” tukas Berrettini.

“Saya memenangkan dua gelar di Budapes dan Stuttgart serta lolos ke final di Munich. Saya tidak menyangka bisa mencapai semifinal di US Open dan mencatatkan hasil positif di grass-court, selain pertandingan melawan Federer. Hari itu, saya begitu emosional. Saya berterima kasih kepadanya telah memberikan saya pelajaran.”

Artikel Tag: Tenis, Matteo Berrettini, Roger Federer, Novak Djokovic, Rafael Nadal

509  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini