Maria Sharapova Resmi Gantung Raket

Penulis: Dian Megane
Kamis 27 Feb 2020, 01:36 WIB
Maria Sharapova Resmi Gantung Raket

Maria Sharapova ketika beraksi di Australian Open musim ini

Berita Tenis: Petenis yang telah mengantongi lima gelar Grand Slam, Maria Sharapova, salah satu atlet yang paling mudah dikenali, pada hari Rabu (26/02) waktu setempat mengumumkan bahwa ia pensiun dari dunia tenis.

Salah satu bintang tenis Rusia yang saat ini menginjak usia 32 tahun, Sharapova, kepada majalah Vogue dan Vanity Fair, mengungkapkan, “Kepada dunia tenis, saya mengucapkan selamat tinggal.”

“Setelah 28 tahun dan lima gelar Grand Slam, saya siap untuk mendaki gunung lain dan berkompetisi di bidang yang berbeda.”

Sharapova menyedot perhatian dunia tenis sebagai salah satu petenis muda berbakat dan memenangkan gelar Grand Slam, sebelum menjalani 15 bulan larangan bertanding setelah gagal di tes obat-obatan di Australian Open musim 2016.

Mantan petenis peringkat 1 dunia, Sharapova saat ini berada di peringkat 373 dunia.

Sharapova cukup kesulitan dalam satu musim terakhir karena cedera pundak yang menghantuinya dalam waktu yang cukup lama. Ketika ia bermain, ia kalah di pertandingan sebanyak ia memenangkannya dan ia kalah di babak pertama Wimbledon dan US Open musim lalu, serta yang teranyar, kalah di Australian Open musim ini.

Sharapova mendapatkan ketenaran sebagai petenis berusia 17 tahun yang memenangkan Wimbledon pada musim 2004 dan menjadikannya petenis putri termuda ketika yang menjadi juara di Wimbledon. Ia menjadi petenis peringkat 1 dunia pada musim 2005 dan memenangkan US Open pada musim berikutnya.

“Salah satu kunci kesuksesan saya adalah saya tidak pernah melihat ke belakang dan saya tidak pernah melihat terlalu jauh ke depan,” papar Sharapova.

“Saya percaya bahwa jika saya tetap berjuang dan berjuang, saya bisa memaksakan diri saya menuju tempat yang luar biasa.”

Namun, pada musim 2007 Sharapova memulai perjuangan panjang melawan cedera pundak. Ia bisa memenangkan Australian Open musim 2008 sebelum cedera pundak keduanya membuat Sharapova menepi dari dunia tenis pada paruh kedua musim tersebut, sehingga ia terpaksa melewatkan US Open dan Olimpiade di Beijing.

Pada musim 2012, Sharapova memenangkan gelar French Open dan menjadi petenis putri kesepuluh yang memenangkan keempat Grand Slam. Pada musim yang sama, Sharapova menambahkan medali perak Olimpiade dalam resumenya.

“Saya memberikan hidup saya kepada tenis, tenis memberikan saya kehidupan,” aku Sharapova.

“Saya akan merindukannya setiap hari. Saya akan merindukan sesi latihan dan rutinitas saya. Bangun pada pagi hari, mengikat tali sepatu kiri saya sebelum sepatu kanan, dan menutup gerbang lapangan sebelum saya menembakkan bola pertama saya pada hari itu.”

“Saya akan merindukan tim saya dan pelatih-pelatih saya. Saya akan merindukan momen-momen ketika saya duduk bersama ayah saya di bangku lapangan latihan. Saya akan merindukan Jabatan tangan – menang atau kalah – dan para atletnya, apakah mereka tahu atau tidak, yang telah mendorong saya untuk menjadi diri saya yang terbaik.”

“Kembali melihat itu semua, saya menyadari bahwa tenis telah menjadi gunung saya. Jalan saya telah dipenuhi lembah dan jalan memutar, tetapi pemandangan dari puncaknya sungguh menakjubkan.”

Artikel Tag: Tenis, australian open, Maria Sharapova

691  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini